counter

Ketum Relawan Ninja nilai Wiranto layak masuk kabinet Jokowi Jilid II

Ketum Relawan Ninja nilai Wiranto layak masuk kabinet Jokowi Jilid II

Menkopolhukam Wiranto. (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: Hafidz Mubarak/dok)

Depok (ANTARA) - Ketua Umum Relawan Negeriku Indonesia Jaya (Ninja), C Suhadi menilai sosok Wiranto sangat tepat membantu Presiden Jokowi dalam bidang politik dan keamanan di periode kedua Pemerintahan Jokowi tersebut.

"Kondusifnya situasi politik saat ini tidak terlepas dari peran seorang Wiranto," kata Suhadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Baca juga: Pengamat sarankan Jokowi cari menteri yang mampu realisasikan janji

Dikatakannya Wiranto dengan operasi senyapnya berhasil melumpuhkan kekuatan politik yang mengganggu keamanan pasca-pilpres. Apalagi, Wiranto berhasil menjalankan perannya di tengah gonjang ganjing politik pasca-pemilu presiden 2019 lalu.

"Pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf tidak perlu ragu lagi memberikan posisi dalam pemerintahannya,' katanya.

Baca juga: Pengamat: Kabinet Jokowi akan dipenuhi kalangan partai

Hal ini penting, mengingat tantangan politik dan keamanan yang dihadapi ke depan semakin berat dan kompleks. Dengan demikian, pemerintah membutuhkan figure yang kuat dan syarat pengalaman.

"Saya kira, Wiranto, sosok berlatar belakang militer yang sudah berpengalaman sehingga sangatlah tepat jika berada di dalam pemerintahan," katanya.

Menurutnya, Wiranto tergolong menteri senior dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Berbekal pengalaman dan jam terbang tinggi, Mantan Panglima TNI sangat dibutuhkan oleh pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf.

"Saya mengenalnya sebagai politisi profesional, sudah teruji dan berpengalaman menyelesaikan berbagai penugasan," katanya.

Pengalaman Jenderal TNI purnawirawan itu di kancah politik nasional cukup panjang.
Sejumlah jabatan dalam karir militernya, antara lain menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya pada 1993, Panglima Kodam Jaya 1994.

Selanjutnya Pangkostrad pada 1996, dan kemudian menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada 1997, hingga akhirnya menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI/TNI) pada 1998.

Jabatan Menko Polhukam bukanlah posisi yang asing bagi pria kelahiran Yogyakarta itu. Pada masa jabatan Presiden Abdurrahman Wahid, Wiranto juga pernah ditunjuk menempati posisi tersebut sejak 26 Oktober 1999 hingga 15 Februari 2000.

Baca juga: Pengamat: Parpol jangan "sandera" presiden ketika menyusun kabinet

"Kalau melihat latar belakang dan pengalaman pak Wiranto di militer, dia sosok yang dibutuhkan guna memperkuat posisi pemerintah,” ujarnya.

Dia menilai, kemampuan Wiranto mumpuni, lantaran sudah malang melintang di pemerintahan.

"Pak Wiranto kan sudah malang melintang di pemerintahan. Pengalamannya sangat penting," ujarnya.

Dengan pengalaman tersebut, dia yakin, Wiranto akan mampu meringankan tugas-tugas Presiden Jokowi di periode kedua masa pemerintahannya.

"Wiranto akan sangat membantu tugas-tugas Jokowi di periode kedua," kata dia.

Meski demikian, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk memilih calon menterinya untuk mengisi pos kementerian mendatang.

"Tetapi pada akhirnya bergantung kepada hak prerogatif Presiden," katanya.

Menko Polhukam lantik Sekjen DKN Laksda TNI Ahmad Jamaludin

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar