counter

Infrastruktur pertanian di Landak dimonitor Dirjen PSP Kementan

Infrastruktur pertanian di Landak dimonitor Dirjen PSP Kementan

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mendampingi Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertaniana (Kementan ) Sarwo Edhy saat melakukan monitoring dan evaluasi pertanian yang ada di Kabupaten Landak, Kalbar. (FOTO ANTARA/Istimewa)

Sekarang dari Kementan sudah ada program asuransi gagal panen lahan pertanian seperti terkena hama, kekeringan atau terkena banjir dengan hanya membayar Rp36.000/musim per hektare dan sisanya sebesar Rp144.000 disubsidi oleh pemerintah
Pontianak (ANTARA) - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan),  Sarwo Edhy melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, untuk memonitor dan mengevaluasi lahan pertanian dan infrastruktur pertanian di kabupaten itu.

"Kunjungan kerja di Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak ini untuk monitoring dan evaluasi lahan pertanian dan infrastruktur pertanian di Kabupaten Landak," katanya di Ngabang, Jumat.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen PSP Kementan menyampaikan beberapa hal terkait program-program pertanian, temasuk sarana dan prasarana yang ada di Kementan. Salah satunya adalah program asuransi gagal panen lahan pertanian akibat hama, kekeringan atau terkena banjir.

"Sekarang dari Kementan sudah ada program asuransi gagal panen lahan pertanian seperti terkena hama, kekeringan atau terkena banjir dengan hanya membayar Rp36.000 per musim per hektare dan sisanya sebesar Rp144.000 disubsidi oleh pemerintah," katanya.

Apabila para petani mengalami gagal panen, katanya, maka dari pihak asuransi akan membayar sebesar Rp6.000.000 per hektare.

Pihaknya mengharapkan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak segera mengkoordinasikan dan mengajukan ke Kementan.

Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Landak untuk melakukan pemetaan wilayah di setiap kecamatan dan potensi pertanian di kecamatan serta menciptakan "brand" hasil pertanian tersendiri agar bisa dikenal oleh masyarakat luar.

"Saya meminta Pemkab Landak dalam hal ini Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) untuk melakukan pemetaan wilayah di setiap kecamatan dan apa potensi yang ada di kecamatan tersebut untuk diajukan ke Kementan, dan potensi pertanian juga harus ditingkatkan lagi dengan menciptakan 'brand' hasil pertanian tersendiri supaya bisa dikenal oleh masyarakat luar," kata Sarwo Edhy.

Di  tempat yang sama, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjelaskan potensi pertanian di Kabupaten Landak saat ini berjalan dengan baik sehingga pemkab juga memberikan anggaran yang cukup besar untuk pertanian serta sudah menciptakan "brand" tersendiri, terutama untuk beras lokal untuk menembus pasar modern.

"Kabupaten Landak menjadi salah satu daerah yang memiliki hasil panen padi yang sangat berlimpah dan memiliki cakupan wilayah yang cukup luas sehingga kita juga memberikan anggaran yang cukup besar di bidang pertanian ini," katanya.

Ke depan pihaknya juga akan melakukan pemetaan wilayah di kecamatan untuk menjadi sentra-sentra pertanian baik untuk padi, jagung maupun yang lainnya.

"Selain itu, kita sudah menciptakan brand beras lokal Kabupaten Landak untuk menembus pasaran modern dan itu sudah kita lakukan sejak awal tahun 2019 ini," katanya.

Baca juga: Ekspor pertanian Kalbar melalui Entikong capai Rp5 miliar

Baca juga: Beranda - Bupati Sambas fokus pada ekspor komditas pertanian

Baca juga: Mentan katakan Kalbar berpotensi menjadi sentra bawang merah

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah siapkan 200 hektar lahan untuk kembangkan durian lokal

Komentar