counter

Cara petenis Christo atasi kejenuhannya sebagai atlet

Cara petenis Christo atasi kejenuhannya sebagai atlet

Petenis Christopher Rungkat berpose saat berkunjung ke Kantor Berita Antara, Wisma Antara, Jakarta, Jumat (12/7/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA) - Di balik keberhasilannya sebagai petenis profesional Indonesia, Christopher Rungkat mengakui sering merasa bosan menjalani rutinitasnya sebagai atlet.

Pria yang akrab disapa Christo itu mengatakan, ia biasa berlatih hampir setiap hari, baik itu latihan tenis, fisik, dan pemulihan.

“Kalau ada pertandingan paling dua jam per hari karena kita harus fresh untuk match selanjutnya. Latihan fisik dan recovery, ya begitu sih mungkin monoton tapi namanya juga hidup,” katanya.

Apalagi dalam setahun, menurut pria berusia 29 tahun itu, ia bisa melakukan perjalanan 30 hingga 35 minggu untuk pertandingan sehingga membuat hidupnya terasa semakin monoton.

Baca juga: Christo, Jakarta dan hilangnya kompleks tenis bersejarah

Namun Christo mempunyai cara untuk mengatasi kejenuhannya karena menurutnya rasa bosan harus dikalahkan supaya ia bisa tetap 'hidup'.

Pertama, ia senang pergi ke kedai kopi untuk menikmati kopi pahit kesukaannya. Menurut dia, dengan minum kopi pahit dapat menjadi pengingat tentang hidup yang berat tapi harus tetap dijalani dengan semangat.

Selain itu, ia juga suka menonton film streaming di Netflix untuk mengatasi rasa sepi karena ia jarang menghabiskan waktu keluar bersama teman-temannya.

Hangout paling sama teman di pertandingan karena kalau sama teman di Indonesia kan saya gak lama-lama di Indonesianya,” kata dia.

Aktivitas lain yang akhir-akhir ini mengisi waktu luang atlet keturunan Belanda-Indonesia itu adalah fotografi, memotret pemandangan alam.

“Mulai belakangan ini punya hobi fotografi dan itu cukup mengisi waktu saya kalau bosan,” tambahnya.

Baca juga: Christo sedih dan kecewa, "rumah" tempat tumbuhnya dibongkar

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar