counter

Polresta Probolinggo tunggu labfor ketahui penyebab ledakan gudang

Polresta Probolinggo tunggu labfor ketahui penyebab ledakan gudang

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal mengunjungi dan memberikan bantuan kepada korban yang terluka akibat ledakan di gudang tempat jual beli besi tua di Kota Probolinggo. (ANTARA/Humas Polresta Probolinggo)

Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Probolinggo masih menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk mengetahui penyebab ledakan gudang tempat jual beli besi tua yang berada di Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kota Probolinggo yang menyebabkan seorang pekerja di lokasi setempat terluka.

"Kami masih mendalami penyebab terjadi ledakan di gudang dan kini menunggu hasil Laboratorium Forensik Polda Jatim," kata Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, di Kota Probolinggo, Jumat.

Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di sebuah tempat jual beli besi tua berlokasi di Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Wetan hingga melukai seorang pekerja bernama Mat Nusi dan dilarikan ke RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo pada Rabu (10/7) sore.

"Sudah ada lima saksi yang dimintai keterangan terkait dengan peristiwa ledakan tersebut dan kini masih dalam tahap proses penyelidikan," ujarnya lagi.

Alfian mengatakan sumber ledakan yang terjadi di gudang jual beli besi tua itu bukanlah bom, bondet ataupun petasan, namun menimbulkan daya ledak, sehingga perlu dilakukan uji laboratorium forensik tentang bahan kimia sumber ledakan tersebut.
Baca juga: Tim gabungan evakuasi korban ledakan "bondet" di Pamekasan

Kapolresta Probolinggo juga menjenguk korban Mat Nusi untuk melihat kondisinya dan memberikan bantuan, sehingga diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban karena kaki korban harus diamputasi.

"Akibat ledakan itu, korban harus kehilangan kakinya karena pihak dokter memutuskan untuk melakukan amputasi, namun kondisi korban sudah mulai normal dan sudah sadarkan diri, sehingga bisa diajak berkomunikasi," katanya lagi.

Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo drg Rubiyati mengatakan dokter terpaksa melakukan operasi untuk mengamputasi kaki korban karena kondisinya sudah hancur.

"Operasinya dilakukan langsung setelah kejadian ledakan itu. Dokter memutuskan untuk melakukan amputasi karena tulang kaki korban cedera parah, sehingga amputasi dilakukan mulai di atas tumit atau engkel oleh dokter spesialis ortopedi dr Andre," ujarnya pula.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar