counter

Topan Tropis Barry memasuki pantai Louisiana

Topan Tropis Barry memasuki pantai Louisiana

Ilustrasi citra satelit Badai Harvey yang meluluhlantakkan daerah-daerah sepanjang pantai Texas, termasuk Houston yang merupakan kota terbesar keempat di AS. (Reuters)

New Orleans (ANTARA) - Daerah pantai Louisiana adalah yang pertama merasakan angin dari Topan Tropis Barry pada Jumat pagi, saat fenomena yang bergerak lambat itu diramalkan menjadi Badai Atlantik Pertama 2019 yang mengancam akan membawa hujan lebat dan banjir.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan keadaan darurat buat Louisiana pada Kamis malam (11/7), beberapa jam setelah produksi minyak di wilayah tersebut dikurangi separuh saat perusahaan energi mengungsikan staf di instalasi pengeboran minyak lepas pantai dan satu kilang di pantai. New Orleans diperkirakan menghadapi hujan lebat dan banjir pada Jumat sore atau malam.

Topan Tropis Barry berisi angin dengan kecepatan maksimum 85 kilometer per jam pada Jumat pagi dan berpusat di sebelah barat-daya mulut Sungai Mississippi, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.

Barry perkirakan akan bertambah kuat menjadi badai, kata National Hurricane Center, dengan angin setidaknya berkecepatan 119 kilometer per jam saat topan itu memasuki pantai pada Jumat malam atau Sabtu pagi. Tapi para pejabat memperingatkan bahwa hujan lebat menimbulkan bahaya yang paling besar.

Baca juga: Badai tropis Andrea mendarat di Amerika

Pemerintah terus mengamati sistem tanggul yang dibangun untuk mengendalikan banjir di sepanjang dataran rendah Sungai Mississippi, yang mengalir melalui jantung New Orleans dan airnya sudah melewati batas banjir selama enam bulan belakangan ini.

Barry diramalkan membawa lonjakan topan ke pantai memasuki mulut sungai tersebut, dan dapat mendorong permukaan airnya sampai 5,79 meter pada Sabtu. Itu berarti satu kaki lebih rendah dari perkiraan awal tapi tetap masih yang paling tinggi sejak 1950-an dan mendekati ambang bahaya buat tanggul di kota itu.

Bagian paling berat topan tersebut diperkirakan bergeser ke ujung barat New Orleans, sehingga kota itu terhindar dari terjangan langsung. Wali Kota Orleans LaToya Cantrell mengatakan kota tersebut belum memerintahkan pengungsian sukarela atau wajib. Tapi wanita wali kota itu menambahkan bahwa 48 jam hujan lebat dapat mengalahkan pompa yang dirancang untuk membersihkan air dari jalan dan saluran pengendali banjir dari air yang berlebihan di kota dataran rendah tersebut.

"Tak ada sistem di dunia yang dapat menangani jumlah curah hujan dalam waktu sesingkat ini," kata Cantrell di Twitter.

Baca juga: Giliran Badai Maria yang mengamuk di benua Amerika
Baca juga: Badai Matthew tewaskan lebih dari 800 orang di Haiti


Sumber: Reuters

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kantor Pertamina RU V "diteror" ancaman bom

Komentar