counter

Dinas LHK DKI: Sekitar 20 juta kendaraan cemari Jakarta

Dinas LHK DKI: Sekitar 20 juta kendaraan cemari Jakarta

Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Agung Pujo Winarno memberi pemaparan dalam acara Talkshow tentang Kualitas Udara DKI Jakarta, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (12/7/2019). (Antara/Katriana)

Padahal jumlah warga DKI Jakarta itu sekitar 10 juta,
Jakarta (ANTARA) - Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LHK) DKI Jakarta, Agung Pujo Winarno mengatakan bahwa total sekitar 20 juta kendaraan setiap hari melintasi jalanan di DKI Jakarta sehingga memengaruhi kualitas udara di sekitar.

"Jadi seiring dengan kegiatan ekonomi yang bergerak di DKI, menimbulkan pergerakan masyarakat, baik orang maupun barang, sehingga menimbulkan dampak terhadap kualitas udara dari kendaraan bermotor," kata dia saat memberi pemaparan dalam acara Talkshow tentang Kualitas Udara DKI Jakarta, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat.

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil kajian, 75 persen sumber pencemaran di DKI Jakarta berasal dari transportasi darat.

Dia menambahkan data di DKI Jakarta untuk kendaraan pribadi roda empat ada sebanyak 3,5 juta kendaraan.

Sementara kendaraan khusus lainnya ada yang berlalu lalang di DKI Jakarta sebanyak 4,7 juta.

Sedangkan kendaraan roda dua atau sepeda motor, berdasarkan data BPS, ada sebanyak 13,3 juta unit.

"Padahal jumlah warga DKI Jakarta itu sekitar 10 juta," katanya.

Baca juga: Kadis LH beri tips gaya hidup beremisi rendah untuk warga ibu kota

Itu artinya, lanjut dia satu warga di DKI Jakarta memiliki lebih dari satu kendaraan roda dua.

Jadi paling tidak 17 sampai 18 juta yang ada di Jakarta, tambahnya.

Belum termasuk kendaraan-kendaraan yang masuk ke wilayah DKI Jakarta dari daerah sekitarnya yang berjumlah sekitar 1 hingga 2 juta kendaraan, ujar dia.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta canangkan peta jalan atasi pencemaran udara

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyebutkan sumber pencemar udara lain dari sumber tidak bergerak mulai dari kegiatan industri, kegiatan domestik atau rumah tangga dan juga pembangkit listrik.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung juga turut menyumbang pencemaran udara di DKI Jakarta.

Baca juga: Perlu pengawasan dan penegakan hukum pencemaran udara Jakarta

Pemprov DKI fokus ke pembangunan transportasi

Pewarta: Katriana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar