counter

Panglima TNI mengecek kesiapan prajurit jaga perbatasan

Panglima TNI mengecek kesiapan prajurit jaga perbatasan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memberikan arahan kepada prajurit Satgas Pamtas di Yonif Raider 509/Balawara Yudha Kostrad di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat petang. (ANTARA/ Zumrotun Solichah)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek kesiapan prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia- Papua Nuguni dari kesatuan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 509/Balawara Yudha Kostrad di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat petang.

Hadi memeriksa kesiapan pasukan dan logistik, serta perlengkapan senjata prajurit yang akan menjaga perbatasan dari ancaman pengacau dan memberikan arahan kepada ratusan prajurit yang akan bertugas di Kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang yang berbatasan dengan Papua.

"TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI, sehingga kualitas prajurit menjadi perhatian serius dan saya yakin prajurit TNI bisa mengatasi segala rintangan yang akan dihadapi di Papua nanti," kata Panglima TNI saat memberikan pengarahan di Yonif 509 Kostrad Jember.

Menurutnya,  misi untuk menjaga wilayah perbatasan RI - Papua nugini bukan satu-satunya misi yang diembankan kepada pasukan  Satgas Pamtas, namun yang lebih penting adalah bagaimana bisa merebut hati rakyat di sana.

"Tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga perbatasan, namun harus jadi pelopor untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat karena kondisi alam dan masyarakat di Papua tentu berbeda dengan di Pulau Jawa," katanya.

Sebelum mereka ditugaskan, kata dia, banyak sekali pengarahan-pengarahan yang diberikan dari komando batalyon terkait ancaman apa yang ada di perbatasan Papua, sehingga diharapkan bisa diantisipasi ancaman tersebut

"Kondisi alam dan masyarakat di perbatasan tentu tidak sama di Pulau Jawa, sehingga para prajurit diminta untuk bisa melakukan adaptasi dengan merebut hati rakyat di perbatasan," tuturnya.

Menurutnya, pengecekan persiapan pasukan Pamtas RI-Papua Nugini harus dilakukan karena kondisi medan di Papua merupakan perbukitan dan rawa, sehingga yang dihadapi oleh prajurit tidak hanya pengacau keamanan, tapi juga hal lain, seperti penyakit malaria dan lainnya.

"Kunjungan ini untuk melihat kesiapan prajurit TNI yang akan ditugaskan di Papua, terutama mengenai peralatan dan bekal, serta memberikan tambahan peralatan terutama untuk menghadapi persoalan di luar pengacau keamanan, sehingga mereka berangkat selamat dan lengkap, pulangpun selamat dan lengkap," katanya.

Sementara Komandan Yonif Raider 509 Letkol Inf. Wira Muharromah mengatakan sebanyak 450 prajurit Yonif Raider 509 akan menjalankan tugas pengamanan perbatasan pada Agustus 2019 dan para prajurit akan bertugas selama 9 bulan ke depan.

"Mereka akan menggantikan Satgas Pamtas prajurit Batalyon Infanteri 725 Woroagi yang berjaga di sektor utara meliputi wilayah Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang," katanya.

Ia mengatakan kunjungan Panglima TNI di Jember merupakan dukungan yang sangat luar biasa, sehingga menambah semangat pasukan Yonif 509 menjelang pemberangkatan Satgas Pamtas ke Papua.

"Kunjungan Panglima TNI ke Yonif 509 merupakan support dan pemberi semangat pasukan Satgas Pamtas yang luar biasa, serta doa dari masyarakat agar kami semua bisa kembali dengan selamat dan lengkap," tuturnya.

Baca juga: Warga perbatasan RI-PNG Kampung Skofro diajak bersihkan lingkungan
Baca juga: Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG bersihkan lahan untuk bangun pasar
Baca juga: Satgas Pamtas RI-PNG bantu warga bangun rumah di perbatasan

 

Panglima TNI nilai profesionalisme TNI-AL meningkat

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar