Rizal optimistis Airlangga akan lanjutkan kepemimpinan di Golkar

Rizal optimistis Airlangga akan lanjutkan kepemimpinan di Golkar

Politisi Partai Golkar Rizal Mallarangeng (tengah) pada diskusi "Polemik: Golkar di Periode Kedua Jokowi" yang diselenggarakan sebuah radio swasta di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). (Antaranews/Riza Harahap)

Pak Airlangga adalah sosok yang matang dalam memimpin Partai Golkar
Jakarta (ANTARA) - Politisi Partai Golkar Rizal Mallarangeng menyatakan optimistis Airlangga Hartarto akan terpilih kembali dan akan melanjutkan kepemimpinannya sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024.

"Pak Airlangga adalah sosok yang matang dalam memimpin Partai Golkar," kata Rizal Mallarangeng pada diskusi "Polemik: Golkar di Periode Kedua Jokowi" yang diselenggarakan sebuah radio swasta di Jakarta, Sabtu.

Menurut Rizal Mallarangeng, masyarakat bisa melihat realitasnya bahwa Partai Golkar pada kepemimpinan Airlangga Hartarto berjalan stabil, tidak ada gejolak di internal partai.

Ketika ditanya, apakah Presiden Joko Widodo nyaman kepada Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja, Rizal menjawab diplomatis, agar melihat fakta-faktanya bahwa keduanya berjalan baik. "Pak Airlangga mendukung penuh kepemimpinan Pak Jokowi, baik pada periode pertama maupun periode kedua," ucapnya.

Rizal juga mencontohkan, pada Pemilu 2019, relawan Golkar Jokowi (GoJo) dan relawan Projo berjalan baik dan berjuang memenangkan kembali Joko Widodo sebagai presiden petahana, dan hasilnya Joko Widodo menang.

Rizal Mallarangeng yang mendapat tugas baru dari Airlangga Hartarto sebagai Koordinator Bidang Penggalangan Khusus (Korbid Galsus) DPP Partai Golkar menambahkan, Partai Golkar sebagai partai besar juga memiliki potensi yang besar.

Rizal menjelaskan, potensi tersebut adalah, kader partai yang tersebar, baik kader yang menduduki jabatan di eksekutif, kepala daerah, maupun di legislatif di seluruh tingkatan. "Partai Golkar hasil pemilu legislatif 2019 memperoleh 85 kursi di DPR RI dan menjadi partai terbesar kedua setelah PDI Perjuangan," ujarnya.

Dengan potensi tersebut, menurut Rizal, Partai Golkar tidak perlu minta-minta kursi menteri di kabinet, karena hal itu adalah hak prerogatif presiden. "Presiden tentunya, memiliki pertimbangan yang menyeluruh untuk menempatkan orang-orang dikabinet. Partai Golkar yang memiliki 85 kursi di DPR RI, masak tidak mendapat kursi di kabinet," katanya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPU laporkan hasil pelaksanaan Pemilu 2019 kepada Presiden Jokowi

Komentar