counter

Atletik

Jalan Layang Kuningan tantangan terberat Milo International

Jalan Layang Kuningan tantangan terberat Milo International

Ribuan peserta mengikuti lomba lari Milo Jakarta International 10K di Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Minggu (14/7/2019). Lomba lari yang menjadi rangkaian perayaan HUT ke-492 DKI Jakarta tersebut diikuti sekitar 16 ribu peserta yang terbagi dalam lima kategori antara lain 10K Open International, 10K Indonesian Only, 10K Indonesian Student, 5K Indonesian Only serta Family Run 1,7K. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.

Jakarta (ANTARA) - Jalan layang Kuningan HR Rasuna Said, Jakarta, menjadi trek terberat yang harus dilalui peserta lomba Milo International 10K, Minggu pagi.

"Tanjakannya cukup jauh sekitar 200 meter dengan kontur menanjak. Luar biasa capeknya," kata peserta, Rendy Apriyanto di Jakarta.

Sekitar 16.000 peserta lomba melintasi dua jalur Jembatan Layangan Kuningan sebanyak dua kali saat arah berangkat dan menuju garis finish.

Ruas Jalan HR Rasuna Said ditutup sementara dari lalu lintas kendaraan sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB untuk kepentingan pelari.

Proses pelepasan peserta oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Achmad Firdaus dimulai pukul 06.00 WIB tepat di kawasan Epicentrum Jakarta.

Peserta terbagi dalam tiga gelombang pemberangkatan, yakni kelompok A, B, dan C. Terdapat lima kategori yaitu 10K Open International, 10K
Indonesian Only, 10K Indonesian Student, 5K Indonesian Only, dan 1,7K Family Run.

Pasangan suami isteri asal Bandung, Jawa Barat, Eva Fahad dan Fajar Arrozaq, mengaku terhibur dengan lomba tersebut, meski memberikan sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan panitia.

"Misalnya fasilitas 'water station' yang idealnya disediakan di tiga lintasan, tapi hari ini hanya dua lintasan saja di KM2,5 dan KM7,5," katanya.

Panitia kegiatan, kata Eva, tidak menyediakan minuman isotonik di Water Station yang penting untuk cairan tubuh bagi pelari.

"Biasanya water station tersedia isotonik setiap 2,5 kilometer, tapi hari ini hanya disediakan air putih saja," kata pelari yang rutin mengikuti event diberbagai daerah sejak 2018 itu.

Selain itu, Eva juga mengkritisi cuaca di kawasan Jakarta yang relatif panas bila dibandingkan dengan kenyamanan udara di kawasan perbukitan Bandung.

"Baru beberapa kilometer lari sudah keringetan. Cuacanya panas banget, tidak seperti di Bandung," ujarnya.

Pada penyelenggaraan ke-10 ini, Milo Jakarta International 10K mengusung tema “A Decade of MILOJI10K” dan dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-492 DKI Jakarta.

Peserta kegiatan mendaftarkan diri seharga Rp175.000 untuk mengikuti kegiatan tersebut untuk memperoleh race pack berupa produk Milo, tas, medali dan jersey.

Baca juga: Ini dia rekayasa lalu lintas saat Jakarta International Milo Run

Baca juga: 16.000 pelari ikuti Milo Jakarta 10K

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar