counter

Info Haji

Untuk kelancaran wukuf, pertama kali calhaj peroleh kantong urin

Untuk kelancaran wukuf, pertama kali calhaj peroleh kantong urin

Gambar salah satu toilet di Padang Arafah, Arab Saudi. (Google.Co.Id/Dok)

Saat wukuf di Arafah, jamaah akan kesulitan mengakses toilet yang jumlahnya terbatas dan tak sebanding dengan jutaan jamaah yang beribadah di Tanah Suci. Kantong urin bisa digunakan segera
Kota Pekanbaru (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menyatakan jamaah calon haji  (calhaj) untuk pertama kalinya diberikan satu set kantong urin lengkap dengan waslap sekali pakai guna mendukung kelancaran ibadah wukuf di Arafah.

"Saat wukuf di Arafah, jamaah akan kesulitan mengakses toilet yang jumlahnya terbatas dan tak sebanding dengan jutaan jamaah yang beribadah di Tanah Suci. Kantong urin bisa digunakan segera," kata pranata humas ahli Kanwil Kemenag Riau, Vethria Rahmi di Pekanbaru, Minggu.

Menurut Vethria Rahmi, mengutip M. Arsyad -- petugas karantina Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Riau -- untuk praktisnya maka jamaah dibekali kantong pipis dan washlap ini agar saat wukuf bisa tetap nyaman dan khusyuk.

Kantong urin yang dikemas dalam kotak tersebut, katanya, menjadi salah satu kelengkapan set alat kesehatan yang dibagikan kepada calhaj yang baru saja tiba di Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Riau.

"Selain itu jamaah juga dibekali sejumlah obat-obatan, Antara lain oralit pengganti cairan tubuh yang hilang serta salep untuk mengantisipasi kulit pecah-pecah akibat suhu yang ekstrem selama di Tanah Suci," katanya.

Ia menjelaskan, creambath atau salep dengan merk mola cream ini sangat berguna untuk memperlancar peredaran darah. Selain itu selembar masker kain yang bisa dipakai berkali-kali, serta puluhan masker sekali pakai yang cukup digunakan selama berada di Tanah Suci. Masker ini untuk mengatasi debu dan panas.

Satu alat lain yang juga dibekalkan kepada jamaah adalah sebuah botol semprot berkapasitas 500 ml yang dibagikan dalam kondisi kosong.

Sebab, katanya, ketika jamaah keluar dari bandara akan langsung terpapar hawa panas, dapat alat semprot itu setiba di Bandara Madinah, saat check in, atau saat ada pemeriksaan di Imigrasi ada jeda di saat itulah bisa diisi air di kamar mandi.

"Nanti botolnya tinggal diisi air bersih dan selalu dibawa ke mana-mana saat di Tanah Suci, Tiap kali tubuh terpapar panas yang saat ini bisa mencapai 50 derajat Celcius, semprotkan air ke wajah agar kembali segar di tengah serangan hawa panas, jamaah juga mendapat tisu basah," katanya.

Ia mengajak jamaah untuk selalu mengonsumsi air minimal dua liter setiap hari untuk mencegah dehidrasi serta istirahat yang cukup.

"Minimal tidur enam jam agar tubuh kembali prima menjalani tahap demi tahap ibadah yang menguras stamina di tengah cuaca yang teramat panas itu," katanya.

Ia menambahkan khusus untuk jamaah dengan risiko tinggi (risti) kesehatan mulai sekarang sejak masuk asrama sudah dipantau, sebab 60-70 persen jamaah Riau itu tergolong risti.

"Panitia akan memberikan perhatian khusus, maka dalam pemeriksaan ketiga ada warna oranye diprioritaskan ketimbang kartu kesehatan jamaah yang berwarna putih dan hijau," katanya.

Asrama Embarkasi Haji Antara Riau merupakan asrama khusus bagi calhaj asal Riau. Para jamaah calhaj menginap disini semalam untuk melakukan sejumlah registrasi terakhir sebelum diberangkatkan ke Bandara Hang Nadim Batam untuk menuju Mekkah, Arab Saudi.

Hingga Sabtu 13 Juli 2019, sekitar pukul 00.20 WIB, Asrama Embarkasi Haji Antara Riua telah memberangkatkan 8 kloter menuju Bandara Hang Nadim Batam.

Jamaah calhaj Riau tahun 2019 tercatat sebanyak 5.359 yang terbagi dalam 12 kloter. Kloter terakhir akan berangkat pada 24 Juli 2019, demikian M. Arsyad.

Baca juga: Kantong urin disiapkan antisipasi antrian toilet

Baca juga: Kemenag desak Pemerintah Arab Saudi tambah toilet jamaah haji

Baca juga: Menag minta toilet perempuan diperbanyak di Arafah

Pewarta: Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jutaan jemaah bermalam di Mina

Komentar