counter

Liga Prancis

Neymar: gilas PSG 6-1 adalah momen favorit dalam karier saya

Neymar: gilas PSG 6-1 adalah momen favorit dalam karier saya

Neymar melakukan selebrasi usai membantu Barcelona bangkit dan menggilas PSG 6-1 di leg kedua Liga Champions pada 2017.(independent.co.uk)

Jakarta (ANTARA) - Neymar kini semakin berani melontarkan komentar pedas yang kemungkinan dapat menyulut amarah Paris Saint-Germain (PSG) setelah mengakui momen terbaiknya dalam sepak bola terjadi saat Barcelona menggilas timnya saat ini 6-1 pada 2017.

Pemain Brasil tersebut mencetak dua gol di pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions itu sebelum gol Sergi Roberto menuntaskan comeback 6-1 Barca setelah sebelumnya kalah 0-4 oleh PSG di leg pertama.

Komentar tersebut semakin memanaskan spekulasi bahwa Neymar memang sudah benar-benar tidak betah di PSG dan ingin kembali ke Blaugrana.

Baca juga: Unggah dirinya berseragam Barcelona, Neymar perkeruh situasi di PSG

Direktur olahraga PSG, Leonardo baru-baru ini menegaskan bahwa rekan senegaranya itu dapat meninggalkan Paris bila ada tawaran yang "menguntungkan untuk semua pihak."

"Momen terbaik di ruang ganti? Ah... saya tidak tahu... Sepertinya ketika kita menang melawan PSG dengan Barcelona, itu benar-benar gila," kata Neymar dalam wawancara kepada Oh My Goal yang dikutip Sky Sports pada Minggu (14/7).

"Saya yakin itu adalah perasaan terbaik bagi kita semua. Apa yang kami rasakan ketika kami mencetak gol keenam, saya tidak pernah merasakan sesuatu seperti ini. Sungguh luar biasa."

Pekan lalu PSG mengatakan mereka berencana untuk mengambil "tindakan sesuai" setelah Neymar bolos di hari pertama latihan pra-musim.

Namun, ayah sekaligus agen pemain berusia 27 tahun itu, Neymar Sr bersikeras bahwa klub tahu putranya tidak akan kembali di Prancis hingga 15 Juli karena menghadiri sejumlah acara amal.(sumber Sky Sports)

Baca juga: PSG kecewa, Neymar merasa sudah minta izin

Produsen Tablet Lirik Komunitas Pecinta Bola

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar