counter

Blibli Indonesia Open 2019

Momota tak mau lengah walau berstatus unggulan pertama

Momota tak mau lengah walau berstatus unggulan pertama

(kiri ke kanan) Pebulu tangkis Jepang Kento Momota, pebulu tangkis China Zheng Siwei, pebulu tangkis Inggris Chris Langridge, pebulu tangkis Denmark Anders Antonsen, pebulu tangkis Jepang Wakana Nagahara dan pebulu tangkis China He Bingjiao melakukan sesi foto jelang kejuaraan blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta, Senin (15/7/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra Jepang Kento Momota, walau pun menjadi unggulan pertama di turnamen Blibli Indonesia Open 2019, mengaku tidak akan lengah di kejuaraan bulu tangkis level tertinggi, Super 1000 itu.

"Sebagai unggulan pertama kesempatan saya mungkin besar tapi saya tidak mau lengah dan tetap berusaha," ungkap juara Indonesia Open tahun lalu itu di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Momota akan menghadapi pemain non unggulan asal Malaysia Liew Daren di pertandingan pembuka.

Pemain asal Jepang itu telah dua kali menang atas pemain Malaysia itu pada dua pertemuan mereka sebelumnya.

Sementara, lawan Momota di final Indonesia tahun lalu, Viktor Axelsen asal Denmark menarik diri dari turnamen tahun ini setelah mengalami masalah dengan kakinya.

Baca juga: Kaki bermasalah, Axelsen menarik diri

Tunggal putra Denmark lainnya, Anders Antonsen bisa kembali menjadi ancaman bagi Momota, di mana dia kalah dari Antonsen di final Indonesia Masters awal tahun ini.

"Sebagai unggulan pastinya ada tekanan buat saya, tapi tekanan itu saya jadikan penyemangat." kata Momota.

Sementara itu Indonesia menurunkan dua wakil unggulannya di tunggal putra yaitu Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang tidak dianggap remeh oleh sang pebulu tangkis asal Jepang itu.

"Indonesia memiliki pemain bagus walaupun peringkatnya di bawah saya namun permainan saya belum tentu lebih bagus dari mereka," kata Momota.

Baca juga: Langridge: Indonesia Open miliki penonton terbaik di dunia

Hal itu bukannya tanpa alasan karena ribuan pendukung tuan rumah akan membuat gaduh arena Istora GBK ketika atlet Indonesia berlaga.

Sementara itu Anders Antonsen akan berharap kembali mendapat tuah di Istora setelah meraih gelar juara Indonesia Masters awal tahun ini.

"Aku mendapat pengalaman banyak dari kunjungan terakhirku di sini. Tantangan yang bagus dan aku menang. Aku berusaha untuk tetap tenang dan memusatkan pikiran sehingga tak ada yang mengalihkan perhatianmu. (Strategi) itu bekerja dengan baik dan aku akan mencoba melakukannya lagi."

Sebanyak 236 pebulu tangkis dari 20 negara dijadwalkan turun di Istora GBK, yang bisa menampung sekitar 7.000 penonton setelah menjalani renovasi pada 2018.

Sejumlah pebulu tangkis papan atas dari berbagai belahan dunia juga sudah datang dan menjajal lapangan di Istora untuk mempersiapkan diri bertarung di turnamen dengan hadiah total 1.250.000 dolar AS atau sekitar Rp17 milyar itu yang akan berlangsung pada 16-21 Juli.

Baca juga: Greysia/Apriyani akan fokus di setiap permainan sejak awal

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Komentar