counter

Jakgrosir Kramat Jati berlakukan diet kantong plastik

Jakgrosir Kramat Jati berlakukan diet kantong plastik

Warga menjajakan kantong plastik di depan Pusat belanja grosir, Jakgrosir Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/7/2019). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Tempat belanja grosis khusus, Jakgrosir Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, memberlakukan "diet kantong plastik" dengan tidak menyediakan plastik bagi pengunjung yang berbelanja pangan murah, dalam rangka mendukung gerakan ramah lingkungan mengurangi sampah plastik.

Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah plastik terbesar kedua di dunia. 

"Ini merupakan langkah pengurangan sampah plastik yang dilakukan oleh Pasar Jaya," kata Kepala Humas Perumda Pasar Jaya, Amanda Dinajar, di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan Perumda Pasar Jaya telah lama menyosialisasikan pengurangan sampah plastik kepada para pengunjungnya selaras dengan peraturan pemerintah.

Bahkan, lanjut dia, direksi Perumda Pasar Jaya juga telah mengeluarkan surat edaran dan imbauan kepada masing-masing kepala pasar untuk menyosialisasikan diet kantong plastik. "Surat edaran ini disampaikan dan disosialisasikan di seluruh pasar juga seluruh gerai milik Pasar Jaya," katanya.

"Diet kantong plastik" di Jakgrosir dan gerai lainnya khusus untuk pembelian pangan murah Pasar Jaya tidak menyediakan kantong plastik.

Pangan murah yang disediakan Pasar Jaya di antaranya telur, beras, ikan, daging sapi, ayam, dan susu. Setiap pembeli dapat menggunakan Kartu Jakarta Pintar (JKP).

Meski pengelola telah memasang pengumuman diet kantong plastik dan menyosialisasikannya. Tetapi sejumlah pengunjung Jakgrosir masih menggunakan kantong plastik untuk berbelanja.

Juga baca: KLHK targetkan pengelolaan sampah 100 persen pada 2025

Juga baca: Penanganan sampah plastik harus komprehensif

Juga baca: Gerakan diet plastik dorong korporasi berinovasi untuk kurangi sampah

Bahkan terdapat dua orang yang khusus menjual kantong plastik berukuran besar dengan warna hitam merah seharga Rp3.000 per plastik di depan pintu masuk Jakgrosir.

Menanggapi hal itu, dia mengatakan, mereka sudah sejak lama menyosialisasikan kepada para pengunjung untuk membawa tas atau kantong belanja sekali pakai dari rumah.

Ia pun menambahkan pengurangan sampah plastik kedepannya tidak bisa dilakukan sendirian oleh Pasar Jaya.

"Para produsen dan konsumen juga perlu mengetahui dampak dari penggunaan kantong plastik secara berlebihan berpengaruh kepada kerusakan lingkungan," kata dia.

Sementara itu, mayoritas pengunjung Jakgrosir menggunakan kantong plastik yang dibelinya dari pedagang. Sukamti (45) warga Kampung Makasar, Jakarta Timur salah satunya.

Sukamti mengatakan kantong plastik yang dipakainya adalah kantong plastik yang dibelinya sejak pertama belanja di Jakgrosir. "Saya beli sekali saya pakai berkali-kali. Sekarang kondisinya sudah robek-robek. Jadi beli tidak sering-sering," kata Sukamti.

Sukamti menngaku belum terfikir untuk menggunakan tas belanja seperti yang digunakan ibu-ibu zaman dulu. "Mungkin nanti kalau sudah punya saya akan coba pakai (tas belanja)," kata Sukamti.
 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sensasi berbelanja di “bulk store” pertama Jakarta

Komentar