counter

Ganjar: Perlu kejelasan konsep pengembangan Candi Borobudur

Ganjar: Perlu kejelasan konsep pengembangan Candi Borobudur

Umat Budha bermeditasi saat perayaan Maha Puja Asadha 2563/2019 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2019). Ribuan warga Budha dari dalam dan luar negeri menghadiri perayaan Asadha untuk memperingati Buddha Gautama memberikan khotbah pertama kepada lima muridnya di Taman Kijang Isipatana di dekat Kota Benares. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/pd. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

Akses ke Candi Borobudur harus segera disiapkan
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai perlu ada kejelasan konsep dalam pengembangan objek pariwisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, dengan melibatkan berbagai pihak sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

"Akses ke Candi Borobudur harus segera disiapkan, blue print pengembangan Borobudur, RTRW (rencana tata ruang dan wilayah) pengelola dan pemerintah daerah harus bersinergi," katanya di Semarang, Jateng, Selasa.

Menurut Ganjar, hal tersebut sudah disampaikan dirinya saat mengikuti rapat terbatas mengenai pengembangan destinasi pariwisata prioritas bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor presiden beberapa waktu lalu.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan Candi Borobudur menjadi satu dari 10 destinasi "Bali Baru" yang diimpikan Presiden Jokowi dan ditargetkan bakal mampu mengundang 20 juta wisatawan mancanegara.

Ganjar mengungkapkan, angka wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai 2,6 juta orang, namun jumlah wisatawan mancanegara baru sekitar 250 ribu orang.

"Kegiatan besar harus diselenggarakan, harus ada dukungan infrastruktur, perbaikan sekitar Borobudur, termasuk dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Presiden juga pesan tiga hal, fasilitas, utilitas dan amenitas," ujarnya.

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cenderamata.

"Agar orang datang tidak cuma lihat candinya saja, tapi juga bisa menikmati kuliner, atraksi, seni budaya. Ini yang mau kita dorong, kalau gitu-gitu saja acaranya tidak menarik, harus jelas acara dan target wisatawannya," katanya.

Beberapa persoalan yang telah disampaikan Gubernur Ganjar tersebut ternyata juga langsung direspons Presiden Jokowi dengan memerintahkan beberapa kementerian untuk turun ke Jawa Tengah dan menyiapkan anggaran mencapai Rp6,5 triliun untuk pengembangan 10 destinasi Bali Baru tersebut.

Baca juga: Pemkab Batang promosikan pariwisata di Festival Borobudur
Baca juga: Jateng gaungkan perdamaian dalam keberagaman melalui BIAPF 2019
Baca juga: Borobudur Marathon diharapkan dapat masuk World Marathon Majors

Makna sakral lampion api Waisak

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar