counter

Pemkab Halmahera Selatan butuh tenda untuk korban gempa

Pemkab Halmahera Selatan butuh tenda untuk korban gempa

Warga mengungsi di tenda darurat pascagempa bumi di Desa Balita, Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/7/2019). ANTARA FOTO/Nasdi/YU/wsj.

Seluruh tenda yang ada di Halmahera Selatan sudah habis didistribusikan ke warga korban gempa
Ternate (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara membutuhkan tenda untuk didistribusikan kepada korban gempa bumi di sejumlah wilayah yang masih di pengungsian, pascagempa 7,2 SR pada Minggu (14/7).

"Seluruh tenda yang ada di Halmahera Selatan sudah habis didistribusikan ke warga korban gempa, tetapi masih kurang dan membutuhkan tambahan lebih banyak lagi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Halmahera Selatan Helmi Surya Botutihe dihubungi wartawan dari Ternate, Selasa.

Kalau pun korban gempa sudah kembali dari pengungsian, katanya, mereka tetap membutuhkannya untuk bernaung sementara karena rumah mereka mengalami kerusakan berat. Data sementara jumlah rumah yang rusak 971 unit.

Ia mengharapkan Pemerintah Provinsi Malut dan pemerintah pusat serta pihak terkait lainnya membantu mendistribusikan tenda kepada korban gempa di daerah itu, terutama di wilayah Gane Barat dan Gane Timur yang paling banyak terkena dampak gempa.

Warga Kabupaten Halmahera Selatan yang tidak kena dampak gempa, termasuk di kabupaten/kota lainnya di Malut yang memiliki kelebihan rezeki, juga diharapkan memberikan bantuan kepada korban gempa melalui posko di Pemkab Halmahera Selatan.

Pemkab Halmahera Selatan sudah menetapkan tanggap darurat gempa selama satu minggu, mulai 15 Juli 2019. Selama masa tanggap darurat itu, pemkab akan memfokuskan penyaluran bantuan kepada korban gempa.

Pada Senin (15/7), Pemkab Halmahera Selatan mengirimkan bantuan tenda, selimut, bahan makanan, dan obat-obatan kepada korban gempa di wilayah Gane Barat dan Gane Timur menggunakan kapal laut, sedangkan pada hari ini mengirim bantuan serupa untuk ke dua daerah itu.

Menyinggung adanya keluhan korban gempa di sejumlah daerah di Gane Barat dan Gane Timur yang terlambat menerima bantuan dari pemkab, ia mengatakan bahwa hal itu terjadi karena akses untuk mencapai tempat mereka cukup sulit.

Apalagi, untuk menyalurkan bantuan dari Labuha, Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan ke Gane Barat dan Gane Timur, harus melalui laut yang saat ini kondisinya dilanda gelombang tinggi. Kapal yang membawa bantuan kemarin dilaporkan baru tiba Selasa pagi.

Ia mengatakan korban jiwa akibat gempa itu yang sudah terdata, empat orang, sedangkan tiga orang mengalami patah tulang, dan saat ini sudah ditangani di RSUD Labuha.

Baca juga: BPBD Maluku Utara sebut 971 rumah warga rusak berat, tiga meninggal
Baca juga: Kemensos data kebutuhan korban gempa Halmahera Selatan
Baca juga: BNPB: Penanganan gempa Halmahera Selatan terkendala akses

Pewarta: La Ode Aminuddin
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar