counter

300 pemuda NTB dilatih Race Official MotoGP di Sirkuit Sepang

300 pemuda NTB dilatih Race Official MotoGP di Sirkuit Sepang

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah. (ANTARA/Nur Imansyah).

Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah bersama Direktur Utama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer menyepakati untuk mengirim 300 pemuda NTB untuk dilatih menjadi Race Officials MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia sebagai persiapan menyongsong perhelatan MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

"Kami sepakat bahwa masyarakat lokal tidak boleh jadi penonton. Anak-anak muda NTB harus aktif dan berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di daerahnya sendiri," kata Zulkieflimansyah saat bertemu dan berdiskusi dengan Dirut PT ITDC Abdulbar M Mansoer di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok (BIL), Lombok Tengah, Selasa.

Pertemuan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Dirut PT ITDC ini membahas perkembangan pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh PT ITDC, termasuk membahas kesiapan pembangunan sirkuit untuk MotoGP dan berbagai fasilitas lainnya di pantai selatan Pulau Lombok itu.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB menegaskan anak-anak muda NTB tidak boleh seperti anak ayam yang mati di lumbung padi. Artinya, dengan seluruh potensi serta kekayaan yang ada di NTB ini, masyarakatnya tidak boleh ada yang miskin dan mengalami kesusahan, sehingga dirinya ingin memastikan bahwa seluruh pembangunan yang ada di NTB ini harus dinikmati oleh seluruh masyarakat.

"MotoGP adalah kegiatan besar dan akan jadi kebanggaan Indonesia. Kita ingin pada kegiatan besar seperti ini anak-anak muda lokal harus diberdayakan dan terlibat," ujarnya.

Karena itu, untuk menjamin anak-anak muda NTB terlibat dalam kegiatan balap otor terakbar di dunia itu, Gubernur NTB dan Direktur ITDC sepakat untuk mengirim serkitar 300 anak muda NTB untuk dilatih menjadi Race officials MotoGP di Sirkuit Sepang Malaysia. Bahkan seluruh biaya yang diperlukan akan ditanggung ITDC.

"Kami akan prioritaskan 150 dari Loteng dan sisa 150 dari daerah NTB yang lain," ucap Doktor Zul.

Gubenur NTB menjelaskan pelatihan tersebut akan dikirim bertahap. Untuk tahap pertama akan dikirim ke Malaysia mulai bulan Oktober 2019.

Untuk lebih detailnya, Gubernur NTB akan menyerahkan sepenuhnya kepada ITDC yang akan menyampaikan teknis dan pendaftarannya.

"Kalau anak-anak kita sukses, mereka bisa berpartisipasi menjadi race officials di berbagai kegiatan MotoGP yang diselenggarakan di berbagai negara," katanya.

Baca juga: Presiden sebutkan tiga pekerjaan persiapkan MotoGP 2021
Baca juga: Lombok berbenah jadi tuan rumah MotoGP
Baca juga: IMI dukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2021

 

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar