counter

Bola Basket

Indonesia bakal lakoni sisa William Jones Cup 2019 tanpa pemain asing

Indonesia bakal lakoni sisa William Jones Cup 2019 tanpa pemain asing

Para pemain dan staf pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia merayakan kemenangan atas Universitas British Columbia Kanada dalam laga pertama William Jones Cup 2019 di Taiwan, Sabtu (13/7/2019). (ANTARA/HO/Perbasi)

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Indonesia terpaksa bakal melakoni sisa pertandingan dalam turnamen invitasi William Jones Cup 2019 di Taiwan tanpa pemain asing asal Bahrain CJ Giles.

Pasalnya, Giles, sudah dipulangkan menyusul kondisinya yang tak optimal lantaran sempat mengalami kecelakaan di Hong Kong beberapa saat sebelum bergabung memperkuat Indonesia di William Jones Cup 2019.

"Sejak kemarin dia sudah tidak main sama kita, manajer sudah memulangkannya," kata pelatih kepala Indonesia Wahyu Widayat Jati saat dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa.

Kondisi itu tak menguntungkan bagi Indonesia, mengingat tim peserta William Jones Cup 2019 tak diizinkan untuk mengganti roster mereka di tengah turnamen.

Oleh karena itu, Indonesia mau tidak mau harus menjalani sisa empat pertandingan mereka dengan mengoptimalkan komposisi 12 pemain lokal yang diboyong.

Di laga terakhir Indonesia menghadapi Jepang, Selasa, absennya Giles cukup terasa dengan perbedaan rebound yang mencolok antara kedua tim sepanjang laga. Indonesia hanya membukukan 22 rebound, sedangkan Jepang 41 kali.

Indonesia akhirnya menelan kekalahan ketiga beruntun dalam empat pertandingan di William Jones Cup 2019, usai ditaklukkan Jepang 61-88.

Laiknya laga melawan Yordania yang berujung kekalahan, Indonesia sempat memegang keunggulan pada kuarter pertama. Setelah keadaan berbalik, Indonesia juga kembali bangkit merebut keunggulan 47-44 pada awal kuarter ketiga, namun setelahnya rentetan 10 poin tanpa balas membuat Jepang kembali memegang keunggulan 57-47.

Akurasi tembakan yang tak membaik pada sisa waktu yang ada membuat Indonesia harus menelan kekalahan ketiga di sana, setelah ditaklukkan Yordania 51-79 dan Korea Selatan 55-117.

Wahyu menilai para pemainnya kehabisan tenaga sehingga kehilangan fokus pertandingan dan dipaksa menelan kekalahan.

Dalam empat pertandingan tersisa, Wahyu berusaha mengarahkan para pemainnya untuk fokus menjaga paint area dalam situasi bertahan dan mengandalkan tusukan-tusukan ketika menyerang.

"Defense kita akan lebih banyak protect paint area dan offense akan lebih mengandalkan dribble drive," ujarnya.

Indonesia bakal menghadapi Taiwan I dalam laga selanjutnya, Rabu (17/7), sebelum kemudian bertemu Mighty Sports Filipina, Taiwan II dan Iran di laga tersisa.

Baca juga: Penyesuaian pola pertahanan kunci kemenangan pertama Indonesia

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar