counter

Pindah ke bangunan sementara, ini cara pedagang Pasar Benhil bertahan

Pindah ke bangunan sementara, ini cara pedagang Pasar Benhil bertahan

Pedagang alat rumah tangga, Rizal, saat ditemui di kiosnya, tempat penampungan sementara Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (16/7/2019). ANTARA/Genta Tenri Mawangi/am.

Jakarta (ANTARA) - Pedagang dan pengelola Pasar Bendungan Hilir di Jakarta memiliki siasat menggaet pembeli guna mempertahankan bisnis selama dipindah ke bangunan sementara.

Rizal, pedagang alat rumah tangga, misalnya, saat ditemui di kiosnya, Selasa mengatakan ia membagikan kartu nama ke pembeli dan pelanggan sehingga mereka dapat tetap bertransaksi lewat telepon.

Transaksi lewat aplikasi pengirim pesan Whatsapp atau pesan singkat, kata Rizal, membuat pembeli tak perlu datang ke areal pasar jika ingin membeli alat-alat rumah tangga.

Pasalnya, tempat penampungan sementara untuk Pasar Benhil memiliki areal parkir yang luasnya terbatas sehingga kerap menyulitkan pengunjung yang ingin berbelanja.

"Mereka tinggal telepon, kalau langganan sudah paham biasanya. Nanti saya tinggal turun antar belanjaan jadi pembeli tidak perlu parkir," kata Rizal.
Warga melintas di parkiran motor depan tempat penampungan sementara Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (16/7/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Di tempat penampungan sementara, areal parkir hanya tersedia untuk kendaraan roda dua. Alhasil, pembeli yang menggunakan mobil tak dapat memarkirkan kendaraannya di areal pasar.

Berbeda dari Rizal, pengelola Pasar Benhil berupaya menggaet pengunjung dengan menata areal dalam pasar agar nyaman dan aman untuk berbelanja.

Kepala Pasar Bendungan Hilir, Melki, saat ditemui di Jakarta, Selasa, mengatakan tiap lantai memiliki kekhasan sendiri sehingga pengunjung mudah untuk mencari kebutuhan yang hendak dibeli.

"Misalnya di lantai dasar untuk penjual emas, stempel, los sayur, obat-obatan, los buah, dan los daging. Di lantai satu untuk ATK, pakaian, dan lantai dua ada pusat jahit, salon, dan pujasera," kata Melki.
Penjahit memotong kain di pusat membuat dan vermak pakaian di Lantai 2 Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (16/7/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)
Walaupun bangunan yang ditempati pedagang berstatus sementara, Melki menjelaskan, pengelola tetap memastikan seluruh fasilitas tersedia, misalnya toilet umum, papan petunjuk, dan mushola.

Bahkan di tiap lantai, petugas pengamanan dalam juga disiagakan guna memastikan keamanan dan kenyamanan aktivitas jual beli di tempat penampungan sementara Pasar Benhil.

Untuk urusan parkir, Melki menyadari terbatasnya lahan mempengaruhi tingkat kunjungan. Alhasil, ia pun berencana untuk memperluas lahan parkir motor di sisi kiri bangunan.

"Nanti yang bolong-bolong kita perbaiki, jadi motor dapat parkir juga di sana," tambahnya.

Selain itu, areal pujasera juga akan dipercantik dengan cara menambah lebih banyak pedagang makanan serta mengajak penjual kopi-kopi Nusantara agar ikut berdagang di bangunan sementara Pasar Benhil.

"Kalau ramai di foodcourt (pujasera, red), orang betah sambil belanja bisa makan dan minum di sini," tambahnya.
Pengunjung menyantap makanan di areal pujasera, Lantai 2 Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (16/7/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)


Pedagang di Pasar Bendungan Hilir menempati bangunan sementara sejak 2016. Mereka dipindahkan karena areal lama sedang direvitalisasi menjadi pertokoan tradisional dan modern yang terintegrasi dengan Stasiun MRT dan Halte Transjakarta.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar