counter

Semester I 2019 penerimaan pajak Rp603,34 triliun

Semester I 2019 penerimaan pajak Rp603,34 triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan penerimaan pajak pada semester I 2019 sebesar Rp603,34 triliun, atau 38,25 persen dari target APBN 2019 yakni sebesar Rp1.577,56 triliun.

"Pajak penghasilan masih menjadi sumber utama pertumbuhan penerimaan pajak hingga akhir Semester I tahun ini dengan nominal Rp376,32 triliun," ujar Sri Mulyani terkait perkembangan APBN 2019 hingga Juni 2019 di Jakarta, Selasa.

Diikuti penerimaan pajak dari sektor non migas dengan Rp346,16 triliun, PPN dan PPnBM dengan nominal Rp212,32 triliun, sektor migas Rp30,16 triliun, serta PBB dan pajak lainnya sebesar Rp14,70 triliun.

Menkeu menuturkan bila dibandingkan dengan semester I 2018, penerimaan pajak mengalami pertumbuhan 3,75 persen (year on year). Angka pertumbuhan ini naik dibandingkan periode Januari - Mei  2019 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,43 persen (yoy).

Dia mengatakan kenaikan tersebut dikarenakan secara bulanan penerimaan Juni 2019 tumbuh dobel digits 10,35 persen (yoy) terhadap Juni tahun lalu, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan Mei 2019 yang tumbuh 7,73 persen (yoy) terhadap Mei tahun lalu.

Secara umum, Sri  Mulyani melanjutkan, kinerja penerimaan pajak menunjukkan peluang untuk meningkat di Semester II 2019.

Menurut dia, Setelah sempat mengalami lonjakan restitusi pada bulan Februari dan Maret yang menekan pertumbuhan netto, secara umum di akhir Semester I ini pertumbuhan penerimaan pajak mulai menunjukkan tanda-tanda recovery, seiring kembali normalnya pertumbuhan restitusi.

Dia menambahkan perkembangan positif perang dagang antara Amerika Serikat - China, serta resolusi hasil Pemilu 2019, diharapkan juga dapat memberikan dampak positif terhadap penerimaan pajak.

"Dengan didukung membaiknya perekonomian domestik, peningkatan kepatuhan Wajib Pajak, perluasan basis pembayar pajak, serta terus berjalannya program reformasi
perpajakan yang meliputi reformasi kebijakan dan reformasi administrasi termasuk penguatan teknologi informasi perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak cukup optimis akan semakin meningkatnya kinerja penerimaan pajak pada Semester II 2019," ujar menteri yang akrab dipanggil Ani.

Baca juga: Genjot penerimaan pajak, Sri Mulyani bentuk dua direktorat baru
Baca juga: Menkeu: penerimaan pajak 2019 agak ambisius, namun bisa dicapai
Baca juga: Menkeu harapkan penerimaan pajak positif untuk target tax ratio 2020

 

Pembangunan ibu kota negara baru mencapai hampir Rp500 triliun

Pewarta: Fathur Rohman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar