971 rumah rusak berat pascagempa Halmahera

971 rumah rusak berat pascagempa Halmahera

Ratusan rumah di Desan Yomen, Kecamatan Kepulauan Joronga rusak berat dan satu masjid Nurul Yaqin Yomen ambruk akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara. (ANTARA/Abdul Fatah)

sebanyak 26.074 jiwa mengungsi di berbagai titik
Ternate (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) mencatat,  sebanyak 971 rumah rusak berat, 3.104 jiwa mengungsi tersebar di 15 titik pengungsian dan enam orang meninggal setelah gempa dengan magnitudo 7,2 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Sekretaris BPBD Malut Ali Yau, di Ternate, Rabu mengatakan, jumlah rumah rusak berat (RB) di Kecamatan Gane Timur Selatan Desa Ranga-Ranga 300 unit, Desa Gane luar 380 unit, Desa Samat 6 unit, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuwo 30 unit, Bacan Timur Selatan Desa Liaro 22 unit, Bacan Timur Tengah, Desa Tomara 90 unit, Kecamatan Gane Timur, Tanjung Jere 2 unit, Kecamatan Gane Barat Selatan dan Desa Lemo Lemo 131 unit sehingga  total 971 unit rusak berat.

Untuk fasilitas umum, yakni gedung sekolah 6 unit rusak berat (RB), Gereja 1 RB, Mesjid 2 RB, Polindes 1 RB, Perumahan TPQ 1 unit RB, Rumah Guru 1 unit RB, PAUD 1 unit RB, sedangkan kebutuhan mendesak  untuk pengungsi yakni terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji dan kidsware.

Sementara itu, data sementara jumlah pengungsi dari BPBD Halsel, tercatat sebanyak 26.074 jiwa mengungsi di berbagai titik. 

 
Suasana di lokasi pengungsian Desa Yomen, Kecamatan Kepulauan Joronga yang berada di pegunungan pascagempa di Maluku Utara. (ANTARA/Abdul Fatah)



"Enam korban yang tercatat meninggal akibat gempa di Halsel di antaranya Saima Mustafa asal Desa Nyonyifi, Asfar Mukmat 25 tahun warga Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan, Aina Amin (58 tahun), warga Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan, Biji Siang Kale (63 tahun) warga Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan, Sagaf Girato (62 tahun) warga Yomen Kecamatan Kepulauan Joronga dan Aisya (54 tahun) warga Ranga-Ranga," kata dia.

Sedangkan untuk korban luka ringan data sementara tercatat sebanyak 49 orang dan luka berat berjumlah 2 orang akibat gempa bumi dengan kekuatan 7.2 SR pada tanggal 14 Juli 2019 pukul 16:10:51 WIB pada lokasi 0.59 LS 128.06 BT di kedalaman 10 Km dengan lokasi 62 km Timur Laut Labuha-Malut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Jalil Efendi yang dihubungi menyatakan, saat ini Pemda Halsel telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat Nomor 184/2019 selama 7 hari pada  15 - 21 Juli.

 Pemda Halsel dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umur di Labuha untuk penanganan pengungsi di 9 lokasi pengungsian dengan jumlah 1.104 jiwa.

"Pemda Halmahera Selatan telah menurunkan tim.yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RAPI, PMI dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian di Kecamatan Bacan Timur, Kecamatan Bacan Timur Tengah Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat," ujarnya.


Baca juga: BNPB sebut korban gempa Halmahera Selatan 6 orang
Baca juga: BNPB kirim helikopter untuk salurkan bantuan di Halmahera Selatan

 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Huntap segera dibangun untuk korban gempa Halmahera Selatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar