counter

Laporan dari China

Spurs menuju Shanghai ladeni MU

Spurs menuju Shanghai ladeni MU

Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino dan pemain merayakan kemenangan atas Ajax Amsterdam pada pertandingan semifinal Liga Champions di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Kamis (9/5/2019) dini hari. Spurs menang 3-2 dan melaju ke final. ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/Matthew Childs/pras.

Beijing (ANTARA) - Finalis Liga Champions 2019 Tottenham Hotspur bertolak menuju Shanghai, China, untuk meladeni tantangan sesama klub Inggris Manchester United di Stadion Hongkou pada 25 Juli mendatang.

Pertemuan di tim papan atas Liga Premier Inggris itu merupakan pertandingan pramusim International Champions Cup.

Shanghai merupakan kota kedua di Asia yang disinggahi Spurs untuk menunjukkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar di negara berpenduduk 1,5 miliar itu.

"Perjalanan ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengucapkan terima kasih kapada penggemar yang mendukung kami dari jauh dengan penuh semangat," kata Direktur Eksekutif Tottenham Hotspur, Donna Maria Cullen, dikutip China Daily, Rabu.

"Tottenham merupakan keluarga global dan China sangat mencintai sepak bola. Oleh sebab itu kami benar-benar mendapatkan kesuksesan menembus final Liga Champions bersama para penggemar kami yang tumbuh pesat di sini," ujarnya.

Meskipun ketenaran mereka di China masih di bawah Manchester United dan juara Liga Champions 2019 Liverpool, Spurs akan terus berupaya menjaring para penggemarnya di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu melalui media sosial.

"Kami merupakan klub kedua Liga Premier yang telah meluncur di Weibo dan klub pertama di platform video pendek Douyin," kata Cullen menyebutkan kampanye klubnya di dua platform medsos China itu.

"Kami baru saja meluncur di Tmall dan Wechat serta akan meluncur di Toutiao sehingga penggemar kami di sini dengan senang hati bisa mengakses beragam 'merchandise' kami. Secara keseluuahan komunitas daring kami di China sudah mencapai angka 2,3 juta," ujarnya.

"Kampanye Tahun Baru Imlek 2019 kami sangat berhasil dengan meraih 15 juta penggemar dan lebih dari 8,5 juta penonton video kami. Acara pertunjukan baru Weibo di Shanghai akan diluncurkan, sedangkan Harry Winks akan menjadi pemain ketiga kami (setelah Kane dan Dele Alli) yang akan meluncurkan akun pribadinya di Weibo," kata Cullen.

Hal itu merupakan strategi lain Spurs untuk menjaring kaum loyalisnya di China yang gemar menghamburkan uang demi klub kesayangannya. Namun tidak seperti beberapa klub Eropa lainnya, Spurs masih belum memastikan mendirikan sekolah sepak bola di China untuk program pembibitan generasi Wu Lei, pesepakbola China yang kini memperkuat klub La Liga Espanyol.

"Kami belum yakin dengan model waralaba (seperti yang dilakukan oleh beberapa klub Eropa yang membuat sekolah sepak bola di China)," ujar Cullen beralasan.

Saat ini Spurs sedang berkonsentrasi menghadapi MU di kota termahal di China itu pada pekan depan.

Menurut Cullen, para penggemarnya di China dapat menyaksikan kekuatan penuh Spurs, termasuk penampilan Tanguy Ndombele, pemain barunya yang mencatat rekor transfer tertinggi dari Lyon senilai 63 juta pounds.

Baca juga: Harry Kane jamin pemain Spurs tak tertarik uang besar dari China

Pertemuan Kepala Staf AD Se-Asia Pasifik

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar