counter

Ulang tahun PSSI

Survei: calon ketum PSSI harus independen dan berintegritas

Survei: calon ketum PSSI harus independen dan berintegritas

Pendiri Ganesport, Amal Ganesha (kanan), berbincang dengan Research Associate Ganesport Institute, Renata Melati Putri dalam acara konferensi pers di Gedung Smesco Jakarta, Rabu (17/7/2019). (ANTARA/Andi Firdaus).

Bisa bekas ketua atau pejabat KPK, atau seorang tokoh nasional yang jelas dan nyata sering memerangi isu korupsi
Jakarta (ANTARA) - Ganesport Institute menyatakan independen, rekam jejak yang jelas dan berintegritas menjadi kriteria-kriteria utama bagi calon ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2020-2024.

"Kami mengirim survei kualitatif kepada lebih dari 50 ahli tata kelola dan manajemen olahraga di seluruh dunia, termasuk Indonesia," kata pendiri Ganesport Institute Amal Ganesha di Jakarta, Rabu.

Wadah pemikir manajemen dan kebijakan olahraga pertama di Indonesia ini menggelar survei dari Mei sampai Juni 2019 di mana para ahli yang disurvei setuju ketua umum ideal PSSI harus memiliki rekam jejak yang jelas dan berintegritas.

Survei ini melibatkan para ahli dan praktisi tata kelola olahraga di seluruh dunia yang 23 responden dari Eropa, Amerika, Asia, Oseania, dan Indonesia di antaranya yang merespons survei ini.

Di antara responden dari kalangan pakar tata kelola olahraga adalah lektor kepala manajemen olah raga Coventry University, Benoit Senaux.

"Idealnya, ketua organisasi yang berbasis anggota (organisasi olahraga, yang menjadi ketua organisasi olahraga) adalah orang yang independen dan memiliki skill kepemimpinan, serta jauh dari politik praktis dan mampu mengelola risiko akan konflik kepentingan," kata Benoit dalam isian kuesioner Ganesport.

Sedangkan ahli tata kelola olahraga dari Loughborough University, Borja Garcia, menyebut pimpinan PSSI yang ideal harus independen dan memiliki pengalaman manajerial yang baik, serta memiliki pengetahuan yang baik dalam soal industri olahraga, ilmu ekonomi, dan sosial.

Pernyataan Garcia senada dengan Ferkins, profesor tata kelola olahraga dan kepemimpinan dari Auckland University of Technology.

Baca juga: PSSI rampungkan persiapan kongres luar biasa

"Pemimpin yang mampu menjadi pendengar bagi anggota komite eksekutif dan pemangku kepentingan lain," tambah Mathieu Winand, profesor manajemen olahraga di LUNEX University Luxembourg.

Amal Ganesha sendiri berpendapat ketua umum PSSI mendatang bisa berasal dari eks pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bisa bekas ketua atau pejabat KPK, atau seorang tokoh nasional yang jelas dan nyata sering memerangi isu korupsi," kata Amal.

Penasehat riset senior Ganesport Institute Arizka Warganegara mengungkapkan, hasil studi menunjukkan bahwa ketua umum PSSI harus memiliki atribut tertentu yang dianggap efektif mengakomodasi berbagai pemangku kepentingan.

"Studi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan mampu menjadi pendorong bagi pengambil kebijakan dan keputusan sepakbola untuk lebih mengacu kepada ilmu pengetahuan," kata Arizka.

Survei dikumpulkan lewat metode kualitatif di mana setiap responden menanggapi tujuh atribut kepemimpinan yang dikembangkan tim Ganesport untuk menilai sosok ketua umum ideal untuk sebuah federasi sepakbola.

Dalam penelitian ini, kata dia, 60,8 persen responden cenderung memilih ketua yang independen sebagai sosok yang ideal.

Baca juga: Bambang Nurdiansyah: pengurus baru PSSI harus fokus urus sepak bola

 

Tingkat kemacetan Jakarta menurun 8%

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar