counter

Indonesia jadikan NEST peluang pengembangan riset 'brand nasional'

Indonesia jadikan NEST peluang pengembangan riset 'brand nasional'

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati (dua dari kanan). memberikan paparan terkait kegiatan NEST. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Beberapa produk tersebut seperti pesawat N219, motor gesit, kapal datar
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI akan menjadikan ajang National Expo for Science and Technology (NEST) 2019 peluang untuk mengembangkan hasil riset sebagai brand nasional.

"Selama ini kita belum memiliki hasil produk riset yang berskala brand nasional, melalui NEST diharapkan dapat muncul hasil karya anak negeri," kata Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati, saat konferensi pers pra-penyelenggaraan NEST 2019 di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan NEST 2019 merupakan bagian dari langkah awal untuk mengimplementasikan rencana induk riset nasional (RIRN) yang telah masuk ke dalam naskah teknokratis rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020 hingga 2024.

Jadi produk-produk yang dipamerkan pada NEST 2019 adalah hasil riset terkait dengan 45 tambah 6 produk dan inovasi yang menjadi fokus selama lima tahun ke depan.

"Beberapa produk tersebut seperti pesawat N219, motor gesit, kapal datar dan sebagainya," ujar dia.

Ia menyampaikan sebagai negara yang besar dengan jumlah penduduk ratusan juta, Indonesia belum memiliki sebuah produk hasil riset yang diakui dunia. Oleh karena itu, pemerintah berupaya melalui NEST 2019 bisa menghasilkan karya anak negeri berbasis brand nasional.

Produk brand nasional, ujarnya, dapat diartikan sebagai sebuah produk hasil riset yang diproduksi dan digunakan oleh bangsa sendiri. Selama ini masyarakat beranggapan menggunakan produk dalam negeri tertinggal dari produk luar.

Padahal, lanjut dia, berbagai hasil riset yang dijadikan sebagai produk dalam negeri tersebut belum tentu kalah bersaing dengan produk dari luar negeri.

Secara umum, tujuan diadakannya NEST 2019 untuk meningkatkan budaya riset melalui pemberian penghargaan kepada pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi, pameran hasil penelitian dan pengembangan serta kerja sama antarpemangku kepentingan agar hasil penelitian dapat dinikmati oleh masyarakat.

Kegiatan NEST 2019 akan dilangsungkan pada 12 hingga 14 September di Jakarta Convention Center (JCC). Beberapa instansi yang ikut serta seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Badan Standarisasi Nasioanal (BSN), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lain sebagainya.


Baca juga: Menristekdikti : riset ke depan terintegrasi
Baca juga: Riset: layanan digital buatan Indonesia paling diminati milenial

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti kenalkan 35 inovator diaspora Indonesia ke Presiden

Komentar