counter

Pengamat: Indonesia perlu perkuat hubungan dengan negara strategis

Pengamat: Indonesia perlu perkuat hubungan dengan negara strategis

Presiden Joko Widodo sempat berbicang dengan Penasihat Gedung Putih Ivanka Trump disela-sela menghadiri KTT G20 hari kedua di Osaka Jepang, Sabtu (29/6/2019). ANTARA/Biro Pers Setpres RI/aa

Jakarta (ANTARA) - Indonesia perlu memperkuat aliansi dengan negara-negara strategis demi memperkuat posisinya di komunitas internasional, kata pengajar dan pengamat hubungan internasional Universitas Bina Nusantara, Dinna Wisnu. 

Saat dihubungi di Jakarta, Rabu, Dinna mengatakan berbagai capaian Indonesia, seperti menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan keberhasilan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan citra Indonesia.

"Tetapi dampaknya terhadap posisi strategis, seperti mengarahkan dan memimpin tematik perdamaian, perlu aliansi yang lebih erat dengan negara strategis," kata Dinna.

Doktor ilmu hubungan internasional itu menilai citra baik yang telah terbentuk dan ditingkatkan tidak terhubung secara langsung dengan posisi tawar Indonesia dalam diplomasi.

"Citra baik membuka peluang, tetapi realisasinya tergantung negosiasi take and give dari negara-negara yang terlibat," katanya.

Lebih lanjut, mantan perwakilan Indonesia untuk Komisi Antarpemerintah ASEAN tentang HAM (AICHR) itu meyakini bahwa Indonesia harus lebih berani untuk menawarkan gagasan, juga manfaat ekonomi dan politik bagi negara-negara strategis, demi memperkuat posisi sebagai negara yang mampu memimpin dan bersaing. Apalagi, katanya, mengingat diplomasi saat ini sedang dipenuhi dengan pendekatan pragmatis dan realistis.

"Artinya, perlakuan setiap negara berbeda, sehingga dibutuhkan resources diplomatic yang sama keterampilannya, terlebih negara prioritas seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara anggota Uni Eropa," paparnya.

Seharusnya, hubungan dengan negara-negara strategis yang telah terbentuk, serta wadah yang sudah tersedia, dapat memperdalam hubungan melewati batas dialog normatif dan merealisasikan wacana.


Baca juga: Menlu Retno: Pasifik prioritas politik luar negeri Indonesia

Baca juga: Menantikan Jokowi-Ma'ruf perkuat peran Indonesia di kancah global



Baca juga: Perlindungan WNI akan tetap jadi prioritas polugri RI

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Politik Luar Negeri Ala Jokowi

Komentar