counter

Blibli Indonesia Open 2019

Patung idola jadi pelampiasan penggemar untuk berfoto

Patung idola jadi pelampiasan penggemar untuk berfoto

Penggemar berfoto bersama patung atlet badminton asal Jepang, Kento Momota di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (17/7/2019). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Jakarta (ANTARA) - Penggemar fanatik yang tidak bisa bertemu langsung dengan idolanya mengobati kekecewaan mereka dengan berfoto bersama patung atlet di Indonesia Open 2019.

Patung-patung tersebut berdiri di selasar selatan lantai dua, Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

Salah satu penggemar asal Jakarta, Trianasari misalnya sudah berada di Istora GBK sejak pukul 09.00 WIB. Ia mengatakan sangat mengidolakan atlet badminton asal Jepang, Kento Momota.

Namun karena ia tidak sempat menonton sang idola di pertandingan kemarin Selasa (16/7), ia memilih untuk berfoto dengan patungnya.

“Hari ini tadi nonton, tapi kemarin pas Kento main enggak nonton,” katanya di Jakarta, Rabu.

Mahasiswi yang juga mengidolakan pasangan ganda putra Indonesia Fajar/Rian itu mengatakan Kento Momota adalah pemain tunggal putra terbaik di dunia. Apalagi menurutnya Kento adalah satu-satunya pemain yang mampu menahan pukulan smash lawan.

“Dia (Kento) kalau main (badminton) bagus. Dia jago banget defense smash lawan,” tuturnya.

Selain Trianasari, penggemar asal Tangerang Selatan, Dinda juga merasa senang bisa berfoto bersama idola meskipun hanya berbentuk patung.

“Iya enggak apa-apa meskipun patung juga namanya juga fans,” kata Dinda.

Dinda yang mengidolakan atlet asal Thailand Ratchanok itu mengakui sangat senang menonton badminton hingga ia tidak pernah melewati setiap turnamen yang ada.

“Suka banget kadang kalau enggak ada di TV suka streaming,” ucapnya.

Patung-patung atlet yang dipajang di sekitar Istora GBK di antaranya Kento Momota (Jepang), Lee Chong Wei (Malaysia), Ratchanok Intanon (Thailand), Carolina Marin (Spanyol), Lin Dan (China), Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon (Indonesia).

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar