Akses transportasi sulitkan tim Kemensos distribusi bantuan ke Halsel

Akses transportasi sulitkan tim Kemensos distribusi bantuan ke Halsel

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Rachmat Koesnadi memberikan santunan kepada ahli waris keluarga Aina Amiin (50) dan Wiji Siang (60) di lokasi pengungsian desa gane luar, kecamatan Gane Timur Selatan masing-masing sebesar Rp15 juta (Abdul Fatah)

Kami harus menggunakan sampan untuk menyeberangi sungai dan cara ini harus ditempuh lantaran akses jalan ke lokasi tidak dapat dilalui kendaraan roda dan empat serta untuk distribusi bantuan dengan menggunakan kapal speedboat belum bisa dilakukan men
Ternate (ANTARA) - Tim Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan, terbatasnya akses menuju lokasi terdampak gempa di Gane, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara membuat distribusi bantuan tersendat, karena petugas hanya bisa mengandalkan kendaraan roda dua untuk pendistribusiannya.

"Tim Kemensos harus gunakan dua longboat untuk mengirimkan bantuan ke dua daerah terdampak yakni Gane Luar dan Gane Dalam berupa tenda keluarga, makanan bayi, sembako, air mineral dan beras, karena akses transportasi darat dari Saketa terputus," kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Rachmat Koesnadi saat menyalurkan bantuan ke Gane, Kamis.

Untuk korban gempa Halmahera Selatan, Kemensos menyediakan dana sebesar Rp1,396 miliar yang akan disalurkan secara bertahap yakni tahap I bantuan logistik Rp300 juta, tahap II Rp145 juta, tahap III Rp356 juta, bantuan sembako dan bantuan peralatan kebersihan Rp500 juta dan santunan ahli waris Rp90 juta.

Baca juga: BNPB percepat penanganan dampak gempa Halmahera Selatan

Menurut dia, proses pendistribusian bantuan untuk korban gempa yang berada di kecamatan Gane Timur Tengah dan Gane Timur Selatan, petugas dari kemensos dan relawan terpaksa harus menggunakan kendaraan roda dua menyusuri bibir pantai dan untuk bisa sampai ke desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan yang merupakan lokasi terparah/ petugas harus menempuh waktu selama 4 hingga 9 jam tergantung pasang surutnya air laut.

"Kami harus menggunakan sampan untuk menyeberangi sungai dan cara ini harus ditempuh lantaran akses jalan ke lokasi tidak dapat dilalui kendaraan roda dan empat serta untuk distribusi bantuan dengan menggunakan kapal speedboat belum bisa dilakukan mengingat tingginya gelombang," jelasnya.

Selain itu, dengan sulitnya distribusi bantuan ini membuat sebagian besar logistik masih tertahan di posko desa Matuting, Kecamatan Gane Timur Tengah, sehingga kalau gelombang laut segera normal agar bantuan dapat disalurkan dalam jumlah besar.

Baca juga: Melihat penanganan pengungsi korban gempa di Halmahera Selatan

Menurut Rachmat, tim Kemensos yang dipimpin langsung Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat memberikan santunan kepada ahli waris keluarga Aina Amiin (50) dan Wiji Siang (60) di lokasi pengungsian desa gane luar, Kecamatan Gane Timur Selatan masing-masing sebesar Rp15 juta.

Saat itu, mereka memberikan mengunjungi Nur Naningsi Joisangaji korban reruntuhan bangunan akibat gempa di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan.

"Memang, enam korban yang tercatat meninggal akibat gempa di Halmahera Selatan diantaranya Saima Mustafa (90 tahun) asal Desa Nyonyifi, Aspar Mukmat (20 tahun) warga Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, Aina Amin (50 tahun), warga Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan.

Lalu, Wiji Siang Kale (60 tahun) warga Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan, Sagaf Girato (50 tahun) warga Yomen Kecamatan Kepulauan Joronga dan Aisya Amin (50 tahun) warga Ranga-Ranga, akan diberikan santunan kepada ahli waris," ujarnya.

Baca juga: BNPB: Korban meninggal akibat gempa Halmahera Selatan lima orang

 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Huntap segera dibangun untuk korban gempa Halmahera Selatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar