counter

Tren tukar tambah ponsel secara online diklaim meningkat

Tren tukar tambah ponsel secara online diklaim meningkat

Dari kiri ke kanan; Head of Category Browse & Content Tokopedia Cynthia Limin, Category Development Lead Tokopedia Fransiscus Leo Chandra, Founder Laku6 Alvin Yap dan VP Digital Marketing Erajaya Swasembada Eric Lee dalam acara “Peluncuran Fitur Tukar Tambah Tokopedia” di Jakarta, Kamis (18/7/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Founder penyedia layanan tukar tambah ponsel Laku6, Alvin Yap, menyebut tren tukar tambah ponsel meningkat hingga dua kali lipat setiap tahun.

"Sejak bisnis kami berdiri 2015, kami melihat orang-orang melakukan tukar tambah dari 2016 terus meningkat ratusan persen, dua kali lipat," ujar Alvin dalam temu media "Peluncuran fitur Tukar Tambah Tokopedia" di Jakarta, Kamis.

Alvin mengatakan banyak pengguna yang memanfaatkan platform Laku6 untuk menganalisa harga.

Untuk memperluas layanan, Laku6 menjalin kerjasama dengan Tokopedia menghadirkan fitur tukar-tambah yang bisa diakses melalui situs maupun aplikasi Tokopedia.

Kerjasama tersebut, menurut Head of Category Browse and Content Tokopedia Cynthia Limin, mengikuti tren meningkatnya penjualan ponsel di Indonesia yang mencapai 38 juta unit pada 2018.

"Tren ini membuat suatu kebiasaan baru yang membuat mereka selalu ingin memperbarui gadget mereka. Kami melihat adanya peluang untuk membantu masyarakat Indonesia membuat proses tukar tambah semakin mudah," kata Cynthia.

Sejak diluncurkan pada April, Cynthia mengatakan fitur tukar tambah Tokopedia telah mengundang jutaan views.

"Pertumbuhan transaksi tukar tambah sudah lebih dari 250 persen tiap bulannya sejak diluncurkan," ujar dia.

Sementara itu, sebagai pelaku bisnis retail, VP Digital Marketing Erajaya Swasembada Eric Lee mengatakan layanan tukar tambah banyak diminati customer Erajaya.

Tukar tambah online, menurut Eric, memiliki potensi yang sangat besar karena kemudahan yang ditawarkan kepada customer, yakni mampu memangkas proses tukar tambah yang umumnya dilakukan di toko, selain harga yang juga lebih transparan.

Lebih dari itu, tukar tambah online punya potensi besar terlihat dari perilaku masyarakat terhadap pembelian barang secara online saat ini yang telah semakin meningkat.

"Mungkin beberapa tahun yang lalu kita masih melihat ini dua cara yang berbeda antara online dan offline, tapi sekarang attitude-nya sama," ujar Lee.

"Tukar tambah ini potensi luar biasa, karena saat ini masih didominasi pemain tradisional tapi ke depannya akan menjadi digital. Tantangannya adalah edukasi tapi bersama-sama lebih cepat bisa dilakukan," tambah dia.

Baca juga: Survei: Pengguna dompet digital mayoritas transaksi retail

Baca juga: Peta jalan e-commerce bakal dorong pertumbuhan dan ekosistem


Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Promo gratis tabung bright gas 5,5 kg

Komentar