Kalau pelayanan itu tidak masalah, baik semua pelayanannya. Yang jadi masalah bagi kami itu ibadah kami ini nantinya apakah bisa didapat Arbainnya atau tidak,
Makassar (ANTARA) - Sejumlah calon haji di kelompok terbang (kloter) 15 Makassar mengkhawatirkan dengan ibadah yang dilakukannya seperti ibadah "Arbain" atau shalat selama 40 waktu tanpa putus selama di Madinah, Arab Saudi.

"Yang kami khawatirkan itu ibadah Arbain di Madinah," ujar Munadi Ngaidjan didampingi calon haji lainnya sebelum bertolak ke Jeddah, Arab Saudi di Makassar, Kamis.

Ia menjelaskan penundaan keberangkatan ke Jeddah, Arab Saudi dialaminya setelah rombongan kloter 14 mengalami penundaan 10 jam karena pesawat yang ditumpanginya bermasalah pada sistem hidroliknya.

Ia menyatakan penundaan keberangkatan itu juga dialaminya dan pelayanan oleh pihak bandara dengan menyiapkan makan serta tempat untuk beristirahat tetap dilakukan oleh pihak maskapai.

Baca juga: Garuda keluarkan jadwal baru kloter 15-18 Embarkasi Makassar

"Kalau pelayanan itu tidak masalah, baik semua pelayanannya. Yang jadi masalah bagi kami itu ibadah kami ini nantinya apakah bisa didapat Arbainnya atau tidak," ungkapnya.

Dia menyebutkan ibadah Arbain adalah melaksanakan shalat 40 waktu yakni Isya, Subuh, Dhuhur, Ashar, Magrib tanpa terputus berjamaah di Masjid Nabawi.

"Kalau berangkat sesuai jadwal ibadah Arbain ini terpenuhi tapi kalau tertunda sampai sehari, apakah ini tidak mengganggu ibadah Arbain kami," terangnya.

Wakil Sekretaris PPIH Embarkasi Makassar, Solihin mengungkapkan penundaan keberangkatan itu tidak mempengaruhi proses Arbain di Madinah nantinya.

"Kalau penundaan karena hal teknis itu tidak akan mengganggu Arbain. Jamaah haji tetap diberi kesempatan melaksanakan Arbain di Madinah sama dengan kloter-kloter sebelumnya," jelasnya.

Baca juga: Jamaah Embarkasi Makassar dapat menu khas daerah

Solihin menegaskan bahwa layanan kepada 4 kloter tersebut yakni kloter 14, 15, 16 dan 17 tetap sama dengan kloter lainnya. Meski terlambat tiba di Madinah, jamaah calon haji (JCH) tetap mendapatkan hak yang sama terkait pelaksanaan ibadah Arbain.

Pada Kloter 15 ini penundaan juga dialami oleh Kloter 16 dan 17. Berdasarkan jadwal yang baru dikeluarkan oleh PT Garuda Indonesia. Kloter 16 terbang pada 18 Juli pukul 12.15 WITA. 12 jam lebih lama dari jadwal sebelumnya.

Sedangkan Kloter 17, baru akan diberangkatkan pada 19 Juli pukul 11.50 Wita. Jadwal ini molor selama 18 jam dibandingkan jadwal sebelumnya, yaitu 18 Juli pukul 18.05 WITA.

Baca juga: 70 persen jamaah haji di Embarkasi Makassar berisiko tinggi sakit
 

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2019