counter

DIY gelar Sagasitas Research Exhibition 2019

DIY gelar Sagasitas Research Exhibition 2019

Wakil Gubernur DIY Paku Alam X meninjau salah satu stan peserta Sagasitas Research Exhibition 2019 di Taman Budaya Kulon Progo. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Ekshibisi riset dan inovasi ini menampilkan sebanyak 251 karya penelitian dan inovasi kewirausahaan
Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Sagasitas Research Exhibition 2019 di Kabupaten Kulon Progo dalam rangka mendukung pengembangan kualitas penelitian dan karya inovasi kewirausahaan di kalangan pelajar sekolah menengah atas dan madrasah aliyah di wilayah ini.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kulon Progo, Kamis, mengatakan kegiatan ekshibisi dan kompetisi riset ini bertujuan untuk mendorong penguatan budaya riset di dunia pendidikan menengah.

Sagasitas Research Exhibition 2019 digelar di Taman Budaya Kulon Progo dari 17 Juli hingga 19 Juli.

"Ekshibisi riset dan inovasi ini menampilkan sebanyak 251 karya penelitian dan inovasi kewirausahaan para siswa SMA dan MA yang merupakan binaan para pakar dari berbagai universitas, guru pembimbing di sekolah, dan tim mentor Sagasitas," kata Baskara.

Ia mengatakan Sagasitas Research Exhibition (SRE) sendiri merupakan program tahunan yang mulai digulirkan sejak 2011.

Selain menggelar karya penelitian dan inovasi kewirausahaan para pelajar setingkat SMA, SRE 2019 juga menampilkan beragam inovasi dan teknologi dari kelompok studi mahasiswa di UGM, seperti Gadjah Mada Flying Object Research Center (Gamaforce) dan Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografl (HM Saig) Fakultas Geografi UGM.

"Gelaran karya penelitian dan inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi siswa dan guru di sekolah sekitar Kulon Progo dari berbagai sekolah jenjang pendidikan menengah pertama maupun atas di DIY, sehingga dapat menghadiri kegiatan ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Sagasitas Community Zainal Abidin mengatakan SRE 2019 diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kalangan sekolah menengah terhadap pentingnya peran riset, pemanfaatan sains dan teknologi, untuk peningkatan kompetensi dunia pendidikan dalam melahirkan calon-calon peneliti di era digital.

"Menumbuhkembangkan penelitian di kalangan siswa SMA di DIY sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum, karena penelitian adalah dasar atau fondasi pengembangan keilmuan," katanya.

CEO Dana Vincent Iswara mengatakan gelaran Sagasitas Research Exhibition (SRE) 2019 maupun kompetisi riset Sagasitas Research Competition (SRC) 2019 sangat relevan dengan tuntutan kompetensi di era digital yang serba terkoneksi dengan teknologi.

Menurut dia, riset adalah kunci lahirnya inovasi-inovasi. Untuk itu, Dana memberikan dukungan terhadap Penyelenggaraan aktivitas ilmiah berbasis sains dan teknologi ini karena selaras dengan visi dan misi  inovator di bidang teknologi Finansial.

"Di masa depan, siapa yang terdepan dalam riset, inovasi, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi yang cerdas, akan menjadi pemenang dalam kompetisi yang ketat di berbagai bidang," katanya.


Baca juga: Indonesia jadikan NEST peluang pengembangan riset 'brand nasional'
Baca juga: Peneliti: Potongan pajak super harus mampu tingkatkan inovasi
 

Pewarta: Sutarmi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti kenalkan 35 inovator diaspora Indonesia ke Presiden

Komentar