counter

Pengusaha optimistis aturan identitas asli ponsel dongkrak penjualan

Pengusaha optimistis aturan identitas asli ponsel dongkrak penjualan

Dari kiri ke kanan; Head of Category Browse & Content Tokopedia Cynthia Limin, Category Development Lead Tokopedia Fransiscus Leo Chandra, Founder Laku6 Alvin Yap dan VP Digital Marketing Erajaya Swasembada Eric Lee dalam acara “Peluncuran Fitur Tukar Tambah Tokopedia” di Jakarta, Kamis (18/7/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

..kita sangat support banget pemerintah untuk segera menggerakkan peraturan ini, karena ini berhubungan dengan pajaknya, impornya..
Jakarta (ANTARA) - Pengusaha telekomunikasi dan VP Digital Marketing Erajaya Swasembada (perusahaan ritel perangkat elektronik) Eric Lee optimistis pemberlakuan regulasi nomor identitas asli untuk ponsel (IMEI) dapat mendorong peningkatan penjualan ponsel di gerai perusahaan tersebut.

"Sangat percaya diri. Peraturan tersebut pasti sangat mempengaruhi penjualan," ujar Eric Lee ketika ditemui usai acara "Peluncuran fitur Tukar Tambah Tokopedia" di Jakarta, Kamis.

Sebagai perusahaan publik yang melakukan bisnis distribusi dan ritel ponsel, menurut Eric, Erajaya tergerus oleh banyak pemain pasar gelap yang menjual ponsel dengan harga 15 hingga 20 persen lebih murah.
Baca juga: Vivo Indonesia apresiasi kebijakan IMEI

"Tentunya kita sangat support banget pemerintah untuk segera menggerakkan peraturan ini, karena ini berhubungan dengan pajaknya, impornya, sedangkan kita sebagai pemain resmi kita harus lakukan itu semua," kata Eric.

Namun, Eric enggan menyebut jumlah peningkatan penjualan yang ditargetkan. Dia hanya mengatakan bahwa pangsa pasar ponsel pintar terus tumbuh secara signifikan. Dalam satu tahun, Eric mengatakan Erajaya telah menambah lebih dari 100 toko retail.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini masih menyiapkan mekanisme aturan mendetil sekaligus menunggu kesiapan tujuh unsur untuk melaksanakan IMEI.
Baca juga: Pemberlakuan IMEI tunggu keputusan tiga menteri

Ketujuh poin tersebut antara lain kesiapan SIBINA (Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional) di Kemenperin, data base IMEI, pelaksanaan tes, sinkronisasi data operator selular.

Kemudian, kesiapan sosialisasi, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), serta SOP (Standard Operational Procedure) dari Kominfo, Kemenperin, Kemendag dan operator seluler.

Kontrol IMEI bertujuan melindungi industri dan konsumen di dalam negeri, meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi selular, serta menghilangkan peredaran ponsel ilegal untuk meningkatkan potensi pajak untuk penerimaan negara.

Baca juga: Rencana blokir IMEI, Ombudsman: jangan korbankan masyarakat
Baca juga: Dampak aturan IMEI, bisakah pakai ponsel yang dibeli di luar negeri?

Saran Ombudsman atas penerapan aturan validasi IMEI

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar