counter

Masih bertahan di pengungsian sebagian korban banjir Banggai

Masih bertahan di pengungsian sebagian korban banjir Banggai

FOTO DOKUMEN -Bupati Banggai, Sulteng, Herwin Yatim (baju putih) saat mengunjungi lokasi banjir di Kecamatan Toili, Kamis (5/7). (FOTO ANTARA/Steven Pontoh).

Sebagian sudah ada yang kembali ke rumah, tetapi masih ada juga yang belum bisa kembali karena masih tergenang air
Palu (ANTARA) - Sebagian korban banjir yang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, hingga Kamis malam sebagian masih bertahan di lokasi pengungsian, khususnya di dataran tinggi dan tempat yang aman karena rumah mereka masih tergenang air.

"Sebagian sudah ada yang kembali ke rumah, tetapi masih ada juga yang belum bisa kembali karena masih tergenang air," kata sukarelawan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Kecamatan Toili Eko Sukma Wijaya, saat dihubungi dari Palu, Kamis malam.

Tiga kecamatan yang diterjang banjir besar sejak Kamis pagi tersebut yakni Toili, Toili Barat dan Kecamatan Moilong.

Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Toili itu mengatakan ketinggian air bervariasi tergantung dari tinggi rendahnya daratan.

"Ketinggian air ada yang sampai dua meter," katanya.

Eko mengatakan sejumlah anggotanya di wilayah itu diterjunkan ke lapangan untuk membantu evakuasi korban dan harta benda yang berharga.

Ia menjelaskan banjir yang melanda  puluhan desa di tiga kecamatan tersebut mengakibatkan ratusan hektare sawah tertutup banjir, seperti di Kecamatan Toili diperkirakan mencapai 150 hektare.

Selain itu pepohonan juga banyak yang tumbang, jembatan ambrol dan jalan raya putus karena tertutup air yang mengalir deras.

Dia mengatakan desa-desa yang terdeteksi terkena dampak banjir antara lain di Kecamatan Toili terdapat sembilan desa yakni antara lain Desa Mekar Kencana, Desa Tolisu, Desa Jaya Kencana, Desa Singkoyo, Wemea, Cendana Pura, Sentral Timur, Sentral Sari dan Desa Cendana.

Sementara di Kecamatan Moilong terdapat delapan desa yakni Desa Kayuku, Karang Anyar, Sidomakmur, Slamet Harjo, Saluan, Mulyoharjo, dan Desa Arga Kencana.

Sedangkan di Kecamatan Toili Barat hingga Kamis malam belum diperoleh kabar terkait desa-desa yang terdampak banjir.

Ia mengatakan jalan menuju Desa Tolisu, Toili tidak bisa dilintasi karena debit air yang tinggi dan deras. Banjir juga menerjang Pesantren Darussalam di Desa Jaya Kencana Toili.

Hingga Kamis malam, belum diperoleh keterangan dari pemerintah daerah setempat terkait korban jiwa maupun kerugian akibat banjir yang menerjang wilayah itu sejak Kamis pagi.

Baca juga: Empat kecamatan di Banggai diterjang banjir

Baca juga: Banjir Besar Landa Kota Banggai

Baca juga: Gempa 5,5 skala Richter di Kepulauan Banggai Sulteng

Pewarta: Adha Nadjemudin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banjir surut, Basarnas tarik tim rescue

Komentar