counter

Taman Nasional gandeng LAJ lindungi kawasan penyangga Bukit Tigapuluh

Taman Nasional gandeng LAJ lindungi kawasan penyangga Bukit Tigapuluh

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan PT LAJ menandatangani rencana kerja tahunan (RKT) 2019-2020 dalam upaya menanggulangi ancaman perambahan dan pembalakan hutan di kawasan penyangga tersebut. (FOTO ANTARA/ist)

Taman Nasional Bukit Tigapuluh tidak lepas dari ancaman deforestasi dan perambahan dan pembalakan liar yang merupakan ancaman serius sehingga diperlukan upaya serius dari pemerintah dalam menjaga kelestariannya
Jambi (ANTARA) - Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) menggandeng perusahaan hutan tanaman industri (HTI) PT Lestari Asri Jaya (LAJ) untuk melindungi kawasan penyangga taman nasional tersebut yang saat ini berada di wilayah dua provinsi, yakni Jambi dan Riau.

"Taman Nasional Bukit Tigapuluh tidak lepas dari ancaman deforestasi dan perambahan dan pembalakan liar yang merupakan ancaman serius sehingga diperlukan upaya serius dari pemerintah dalam menjaga kelestariannya dan kawasan seluas 144.223 hektare itu merupakan lanskap penting di Indonesia saat ini," kata Kepala Balai TNBT, Darmanto, di Jambi, Kamis.

Dalam upaya menanggulangi ancaman perambahan dan pembalakan di kawasan TNBT, kata dia, diperlukan adanya kawasan penyangga yang terkelola dengan baik.

Di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Tebo, TNBT menggandeng perusahaan HTI PT LAJ dalam upaya membangun kawasan penyangganya.

Ia mengatakan tidak hanya LAJ yang sejak awal sudah berkomitmen dalam hal pelestarian lingkungan, masyarakat setempat yang berbatasan langsung dengan kawasan TNBT turut dilibatkan dalam memperkuat upaya perlindungan kawasan penyangga TNBT.

TNBT dan PT LAJ beberapa waktu lalu menandatangani rencana kerja tahunan (RKT) 2019-2020. Penandatangan dilakukan oleh Direktur LAJ Meizani Irmadhiany dan Kepala Balai TNBT, Darmanto di Kabupaten Tebo.

Penandatangan RKT ini terkait dengan kerja sama antara Balai TNBT dan PT LAJ tentang Penguatan Fungsi dalam rangka mendukung pengelolaan TNBT yang sudah terlebih dahulu disepakati dan ditandatangani pada Mei 2018.

Kepala Balai TNBT Darmanto, mengatakan pemerintah sangat menyadari pentingnya kawasan penyangga taman nasional dalam upaya perlindungan kawasan, ekosistem serta flora dan fauna. Kerjasama dengan para pihak pun harus dibangun untuk mendukung perlindungan itu.

"Seperti dengan PT Lestari Asri Jaya (LAJ), kerja sama yang sudah terjalin beberapa tahun ini memiliki dampak positif dalam pentingnya kawasan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan taman nasional," kata Darmanto.

Kerja sama TNBT dengan LAJ ini meliputi perlindungan kawasan penyangga. Kemudian pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem serta pemberdayaan masyarakat dan berkat adanya kerja sama ini dalam kurun waktu satu tahun sekitar 530 mandays patroli bersama dilakukan Rangers LAJ dan TNBT.

Patroli dilakukan secara rutin dalam rangka perlindungan kawasan dan pemantauan satwa dan fauna dalam kawasan TNBT dan TNBT juga menutup akses ke titik-titik pembalakan liar.

Bersama PT LAJ, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat perambah terkait status dan fungsi lahan yang mereka rambah dan tanda-tanda batas kawasan pun terus dilakukan, selain juga memasang papan tanda kawasan konservasi.

Sementara itu, Direktur PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Meizani Irmadhiany, mengatakan kawasan penyangga seperti LAJ berperan penting dalam membangun kawasan produksi yang berkelanjutan sebagai area penyangga TNBT.

"Melalui penanaman karet yang berkelanjutan, dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menjaga kawasan konservasi. Ke depannya kami berharap kerja sama yang sudah terjalin dapat terus memberikan dampak positif dan jangka panjang bagi PT LAJ dan TNBT," kata Meizani.

Baca juga: 1.500 Ha TN Bukit Tigapuluh Rusak

Baca juga: Populasi Harimau TN Bukit Tigapuluh Meningkat

Baca juga: Seekor Gajah di TNBT Jambi Mati

Baca juga: Program Konservasi Bukit Tigapuluh Raih Penghargaan

Sinergi BUMN bangun hunian sasar milenial

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar