counter

Akhir tahun, Indonesia kirim petani kota ke Tokyo

Akhir tahun, Indonesia kirim petani kota ke Tokyo

Warga memanfaatkan lahan untuk becocoktanam di bantaran Banjir Kanal Barat (BKB) Kali Ciliwung, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (24-3-2019). (Foto: Adnan Nanda)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia akan mengirimkan perwakilan petani kota dalam sebuah seminar urban farming berskala internasional di akhir tahun 2019 di Tokyo, Jepang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya kemarin menerima kunjungan perwakilan dari negara Cina dan Jepang. Kedua negara tersebut mengamati dan tertarik dengan perkembangan sistem pertanian perkotaan di Indonesia.

"Ini merupakan kabar gembira karena anggota pengurus urban farming Pesanggrahan Ibu Latifa akan berangkat ke Tokyo untuk mengikuti seminar di sana," kata Darjamuni.

Baca juga: DKI Jakarta tambah 500 kader pertanian kota

Latifa dari komunitas petani perkotaan Pesanggrahan akan bergabung dengan peserta dari negara lain untuk berpartisipasi dalam sebuah seminar pertanian perkotaan internasional yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

"Semua biaya ditanggung oleh pihak penyelenggara, mulai 28 November hingga 4 Desember 2019. Mudah-mudahan ini menjadi catatan bagus bagi masa depan urban farming di Indonesia," harap Darjamuni.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui KPKP DKI Jakarta tengah menggalakkan kegiatan pertanian perkotaan, salah satunya melalui bedah pekarangan yang melibatkan partisipasi aktif warga untuk membuat skema hidroponik.

Baca juga: "Urban farming" dan ketahanan pangan

Pewarta: Adnan Nanda
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar tani beri keuntungan ke petani lokal

Komentar