counter

Pengamat : kabinet kerja jilid II mestinya ada perwakilan dari NTT

Pengamat : kabinet kerja jilid II mestinya ada perwakilan dari NTT

Presiden Terpilih Joko Widodo bersama wakilnya, KH Ma'ruf Amin pada acara "Visi Indonesia" di Sentul International Convention Center (SICC) Babakan Madang, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Minggu (14/7/2019). (M Fikri Setiawan)

Kupang (ANTARA) - Pengamat ekonomi Dr. James Adam dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur,  mengharapkan ada perwakilan dari provinsi berbasis kepulauan itu pada kabinet kerja jilid II Presiden Jokowi .

James Adam James dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) menilai bahwa Jokowi harusnya bisa memilih satu perwakilan dari NTT, karena persentase perolehan suara Jokowi tinggi di NTT.

"Menurut saya, harusnya ada perwakilan menteri dari NTT ini, mengingat NTT adalah provinsi yang menjadi penyumbang suara," katanya.

Baca juga: PKB: Menteri di kabinet mendatang harus berani dan loyal

Ia mengatakan bahwa pada periode sebelumnya memang sudah ada perwakilan dari NTT, namun posisi menteri perwakilan dari NTT itu terhenti sebelum selesai kepemimpinan Jokowi di periode pertama.

Menurut dia banyak nama-nama yang cocok dan layak di NTT yang diperhitungkan oleh Presiden Jokowi agar masuk dalam kabinet kerjanya.

James menambahkan bahwa dirinya sendiri sepintas sudah mendengar beberapa nama dari NTT.

"Ada desas-desus beberapa nama yang akan masuk dalam kabinet kerja jilid II Jokowi namun itu belum pasti. Tetapi harusnya harus ada dari NTT," tegas dia.

Baca juga: Surya Paloh: Kursi menteri hak prerogatif Presiden Jokowi

Saat ini tim internal Jokowi sedang bertugas menyeleksi kandidat menteri di periode keduanya. Identitas tim tersebut juga dirahasiakan ke publik.

Terkait dari partai mana saja, James tidak mempermasalahkan, yang penting bisa bekerja membangun Indonesia.

Presiden Joko Widodo sendiri dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa beberapa orang muda bisa saja masuk dalam daftar kabinet kerja jilid II.

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabinet Jokowi 55 persen profesional, 45 persen anggota parpol

Komentar