counter

Ini alasan Pasar Kopi Bekasi digelar pada hari biasa

Ini alasan Pasar Kopi Bekasi digelar pada hari biasa

Kepala Disparbud Kota Bekasi, Tedi Hafni (kedua dari kanan) bersama Ketua Panitia Pasar Kopi Bekasi 2019, Alex Faisal Dwi Putra (ketiga dari kanan) saat ditemui di Pemkot Bekasi, Jumat. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Acara digelar pada hari biasa yakni pada Rabu (24/7) dan Kamis (25/7) mulai pukul 14.00 sampai 21.00 WIB. Setidaknya ada 20 tenant dari pemilik kedai kopi di Kota Bekasi yang akan turut meramaikan acara Pasar Kopi Bekasi ini.
Bekasi (ANTARA) - Panitia acara Pasar Kopi Bekasi membeberkan alasan memilih hari biasa ketimbang akhir pekan untuk mengadakan acara tersebut, yaitu pemilik kedai kopi yang merupakan tenant dalam acara itu tidak ingin kehilangan pelanggan tetap karena jumlah konsumen yang datang pada akhir pekan cenderung tinggi.

"Dari sisi bisnis, tentu mereka tidak ingin kehilangan pelanggan bila kedai ditutup saat akhir pekan untuk mengisi kegiatan Pasar Kopi Bekasi," kata Ketua Panitia Pasar Kopi Bekasi, Alex Faisal Dwi Putra di Bekasi, Jumat.

Karena itu acara digelar pada hari biasa yakni pada Rabu (24/7) dan Kamis (25/7) mulai pukul 14.00 sampai 21.00 WIB. Setidaknya ada 20 tenant dari pemilik kedai kopi di Kota Bekasi yang akan turut meramaikan acara Pasar Kopi Bekasi ini.

"Untuk tipe konsumen, kami lebih menyasar para karyawan di area Bekasi. Jadi setelah makan siang atau pas malam mereka bisa singgah ke Pasar Kopi Bekasi untuk menikmati sajian dari teman-teman barista," ungkapnya.

Selain menawarkan biji dan bubuk kopi para tenant juga menawarkan kopi seduh yang diolah barista. Harga kopinya bervariasi, untuk kopi seduh dari Rp18.000 per gelas dan kopi bubuk dari Rp 35.000 per bungkus.

Baca juga: Disparbud gelar Pasar Kopi Bekasi di Summarecon

"Seluruh kopi yang disajikan hasil dalam negeri, kami tidak impor dari negara lain karena Indonesia masuk sebagai negara penghasil kopi terbesar," jelasnya.

Alex menjelaskan sedikitnya ada lima varian kopi khas lokal Indonesia yang ditawarkan para tenant pada Pasar Kopi Bekasi tahun ini.

"Ada belasan varian kopi yang ditawarkan misalnya robusta dan arabika. Dari kopi robusta dan arabika itu nanti akan ada turunannya lagi untuk jenis kopinya seperti espresso, latte, cappucino, dan sebagainya," katanya lagi.

Dia meyakini acara Pasar Kopi Bekasi kali ini akan dinikmati masyarakat. Hal ini berkaca pada pengalaman tahun lalu, saat itu ada sekitar 150 pengunjung dari 15 tenant yang ada di Pasar Kopi Bekasi.

Selain itu, pelaksanaan Pasar Kopi Bekasi kali ini juga berada di tempat yang strategis yakni di Kawasan Summarecon Bekasi.

"Tahun lalu pengunjungnya cukup banyak, padahal hanya digelar selama satu hari dan hanya ada 15 tenant. Tapi kalau sekarang digelar dua hari dan ada 20 tenant, ditambah lokasi sekarang juga strategis," kata Alex.(KR-PRA)
Baca juga: International Islamic Trade Finance latih 349 petani kopi Sumut

Pemprov Jabar-Summarecon Bangun 2,5 Km Tol Dalam Kota

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar