counter

Latvia dukung pencalonan Indonesia di Dewan HAM PBB

Latvia dukung pencalonan Indonesia di Dewan HAM PBB

Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkēvičs (kiri) menjabat tangan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan) sebelum memulai pertemuan bilateral di Jakarta, Jumat (19/7/2019). (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA) - Latvia mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022.

Dukungan tersebut ditegaskan Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkēvičs dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Jumat.

“Saya menegaskan kembali dukungan saya kepada Indonesia di banyak organisasi internasional. Saya pikir hubungan timbal balik kita di badan-badan PBB selama ini sukses dilakukan, dan kami akan terus mendukung Indonesia di Dewan HAM PBB,” kata Rinkēvičs usai pertemuan.

Dalam pencalonannya sebagai anggota Dewan HAM PBB, Indonesia mengangkat tema "Indonesia Mitra Sejati untuk Demokrasi, Pembangunan dan Keadilan Sosial" atau Indonesia True Partner for Democracy, Development and Social Justice.

Dalam pemilihan yang akan berlangsung pada Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, November mendatang, Indonesia akan bersaing dengan lima negara Asia Pasifik lainnya yakni China, Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Kepulauan Marshalls.

Baca juga: Indonesia gelar pameran foto HAM di Markas Besar PBB di Jenewa

Menlu RI mengaku optimistis terhadap suara yang akan diterima oleh Indonesia bagi pencalonan di Dewan HAM tersebut, termasuk diantaranya dari Latvia.

“Tadi (Menlu Latvia) menyampaikan akan memberikan positive consideration, jadi mudah-mudahan Latvia akan mendukung pencalonan tersebut,” kata Menlu Retno.

Dalam proses pencalonannya sebagai anggota Dewan HAM PBB, ujar Retno, Indonesia menerima sejumlah suara yang diberikan secara sepihak (unilateral) maupun timbal balik (resiprokal).

Baca juga: Indonesia terus galang dukungan pencalonan anggota Dewan HAM PBB

“Banyak negara yang sejak awal mengatakan akan mendukung (Indonesia) secara unilateral, yang artinya kita tidak perlu membukukan bahwa kita harus membalas (dukungan tersebut). Tetapi ya namanya orang pada saat dia butuh nanti juga pasti kita akan pertimbangkan,” kata dia.

Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi anggota Dewan HAM sebanyak empat kali, yaitu pada periode 2006-2007; 2007-2010; 2011-2014; dan 2015-2017.

Melalui pencalonan ini, Indonesia akan melanjutkan pelibatan aktif dan konstruktifnya dalam pemajuan penghormatan umum terhadap HAM dan kebebasan dasar.

Baca juga: Indonesia dorong Dewan HAM tetap bahas situasi Palestina

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konflik Papua, batu sandungan Indonesia melenggang ke Dewan HAM PBB

Komentar