counter

Taiwan genjot kampanye sebagai destinasi ramah Muslim

Taiwan genjot kampanye sebagai destinasi ramah Muslim

Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen (kiri), Direktur Hubungan Internasional dari Taiwan Tourism Bureau Ease Huang (kedua kanan), dan Sekretaris Jenderal Taiwan Visitors Association Wu Chaoyen (kanan) saat peresmian Taiwan Tourism Information Center di gedung Intiland Jakarta Pusat, Jumat. ((ANTARA/Aria Cindyara))

Jakarta (ANTARA) - Biro Wisata Taiwan terus menggencarkan kampanye sebagai destinasi wisata halal dunia, setelah berhasil menempati peringkat tiga dari seluruh destinasi halal negara non-Muslim di dunia.

Direktur Hubungan Internasional Taiwan Tourism Board, Ease Huang, mengatakan pihaknya terus mendorong agen-agen perjalanan, serta restoran dan hotel di Taiwan untuk memiliki sertifikasi halal dari asosiasi China Muslim di Taiwan.

“Walaupun sudah menempati urutan ketiga sebagai destinasi halal dunia di antara negara-negara non-Muslim, kami masih merasa belum cukup,” kata Ease usai meresmikan pusat informasi wisata Taiwan di Jakarta.

Selain mendorong para pihak pendukung sektor pariwisata, Biro Wisata Taiwan juga turut mempromosikan budaya wisata halal, salah satunya melalui promosi kuliner halal di festival makanan Taiwan pada bulan Juli lalu.

Ease Huang mengatakan ada satu area khusus yang diperuntukan bagi pengusaha kuliner dengan sertifikasi halal di festival tersebut.

“Peminatnya banyak sekali dan sambutannya baik sekali dari restoran bersertifikat halal,” katanya.

Sementara itu, Direktur Taiwan Visitors Association Fanny Low mengatakan masyarakat Muslim masih menjadi salah satu target terbesar dari upaya promosi wisata Taiwan di Indonesia.

“Untuk itu, kami sedang mempersiapkan peluncuran buku panduan wisata halal di Taiwan berbahasa Indonesia yang akan rilis bulan Oktober nanti,” katanya.

Selain itu, Fanny menjelaskan pihaknya telah meluncurkan sebuah aplikasi daring bernama ‘Halal Taiwan’ yang menyediakan berbagai informasi terkait wisata halal di sana.

“Anda bisa menggunakan fitur Bahasa Indonesia untuk mencari restoran dan hotel dengan sertifikasi halal, bahkan mushola terdekat, kapanpun,” katanya.

Baca juga: Taipei incar wisatawan Muslim Indonesia

Dia juga menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan oleh seorang mahasiswa doktorat asal Indonesia yang tengah menimba ilmu di Taiwan.

Upaya untuk mengakomodir wisatawan Muslim juga dilkakukan di moda transportasi umum dengan menyediakan pilihan menu halal di daftar sajian kereta api.

Sebelumnya, Biro Wisata Taiwan resmi membuka pusat informasi di Jakarta, Jumat, bagi wisatawan Indonesia yang ingin mendapatkan informasi mengenai tujuan-tujuan wisata, sejalan dengan target untuk mendatangkan 500.000 wisatawan Indonesia ke Taiwan.

Pusat informasi itu berlokasi di gedung Intiland Tower lantai 1 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, dan diresmikan langsung oleh perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen, Sekretaris Jenderal Taiwan Visitors Association Wu Chaoyen, serta Direktur Hubungan Internasional dari Taiwan Tourism Bureau Ease Huang.

Meski bertempat di Ibu Kota, Fanny Low mengatakan Taiwan Tourism Information Center membuka kerja sama dengan berbagai kota di Indonesia.

Baca juga: Taiwan tawarkan wisata halal kepada Indonesia
Baca juga: Targetkan 500.000 pengunjung, Taiwan resmikan pusat informasi wisata


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak ada SARA dalam konsep wisata halal Danau Toba

Komentar