counter

Puluhan pejabat OPD Sulteng dirotasi karena tak capai target

Puluhan pejabat OPD Sulteng dirotasi karena tak capai target

Gubernur Sulteng mengambil sumpah puluhan ASN yang terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam acara pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawasdi lingkungan Pemprov Sulteng di Gedung Pogombo kompleks Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Jumat (19/7/2019). (ANTARA/Muh. Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola merotasi puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Gubernur Longki merotasi puluhan ASN tersebut karena kinerja yang kurang memuaskan dalam merealisasikan program-program yang ada di OPD itu.

"Berdasarkan rapat evaluasi penyerapan anggaran periode 30 Juni 2019, hasilnya agak kurang menggembirakan karena realisasinya di beberapa OPD belum mencapai target yang dipatok sendiri oleh pimpinan OPD nya," katanya pada acara pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Pogombo Kompleks Kantor Gubernur Sulteng, Kota Palu, Jumat.

Saat ini realisasi penyerapan anggaran dan program-program pada setiap OPD telah memasuki semester ke dua atau triwulan tiga.

"Yang kalau diumpamakan dengan mengendarai mobil maka persnelingya sudah harus dipindah ke gigi tiga sambil kaki menekan pedal gas agar mobil semakin cepat. Olehnya saya minta kepada pejabat yang baru dilantik segera berkoordinasi memperbaiki kembali keadaan ini agar penyerapan bisa kembali cepat," ucapnya

Hal itu untuk mencapai bahkan melampaui target yang telah dipatok guna menghindari pekerjaan 'kejar tayang' di akhir tahun dalam merealisasikan paket-paket pekerjaan yang terlambat dan tertumpuk.

"Apalagi dengan waktu yang makin tipis dan mepet, maka akan semakin rentan. Hal ini dapat menjadi temuan oleh pemeriksa yang kalau gagal disiasati. Saya khawatir bisa mempengaruhi performa OPD maupun hasil akhir penilaian LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) Provinsi Sulawesi Tengah," katanya.

Dia meminta para pejabat utamamya kepala OPD yang baru dilantik agar bekerja semaksimal mungkin dan profesional dengan mengedepankan kedisiplinan, kontrol, evaluasi dan selalu mengoreksi kinerja para bawahannya.

Beberapa OPD yang mengalami rotasi pimpinan, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng kini dijabat Richard Djanggila, Dinas Kelautan dan Perikanan yang sekarang dipimpin Muhammad Arif Latjuba dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dikepalai oleh Hasanudin Atjo.*

Baca juga: Kemiskinan di Sulawesi Tengah masih memprihatinkan

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UNESCO bantu Restorasi koleksi keramik Museum Sulteng

Komentar