counter

Para pelaku e-commerce dukung rencana regulasi barang impor

Para pelaku e-commerce dukung rencana regulasi barang impor

Ilustrasi- Belanja online (Ist)

Kami yakini pemerintah membuat peraturan untuk menciptakan dunia usaha yang kompetitif...
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah para pelaku perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce mengatakan mendukung rencana pemerintah terkait regulasi barang impor yang akan dikenakan kepada para pelaku e-commerce.

Menurut Head of Legal and Compliance Blibli.com Yudhi Pramono, kebijakan tersebut dapat menumbuhkan dunia usaha yang kompetitif.

"Kami tentu saja akan mendukung kebijakan pemerintah. Kami yakini pemerintah membuat peraturan untuk menciptakan dunia usaha yang kompetitif, yang juga bisa menumbuhkan industri dalam negeri serta perlindungan konsumen," kata Yudhi kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Terkait transaksi cross-border tersebut, menurut Yudhi, tidak hanya dilakukan oleh platform e-commerce dalam negeri, namun juga e-commerce dari luar negeri.

"Mungkin secara jumlah transaksi jauh lebih besar, di mana datanya pihak pemerintah pasti lebih mengetahuinya," ujar Yudi.

Senada dengan Blibli.com, Tokopedia juga akan mendukung regulasi dari pemerintah tersebut.

"Sebagai platform kami pasti akan mendukung dan mengikuti kebijakan pemerintah," kata Category Development Lead Tokopedia, Fransiscus Leo Chandra, ditemui usai peluncuran fitur tukar tambah, Kamis (18/7).

Lebih jauh, Head of Category Browse & Content Tokopedia, Cynthia Limin, mengatakan bersedia berdiskusi dengan pemerintah terkait skema aturan impor.

"Sejujurnya kami masih menunggu untuk melihat, berdiskusi juga dengan pemerintah, tapi untuk lanjutannya saya rasa lebih baik menunggu ketika ada keputusan yang lebih sah," ujar Cynthia.

Pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk membendung masuknya impor barang konsumsi melalui sektor e-commerce. Kebijakan tersebut sedang dirumuskan pemerintah karena impor barang konsumsi melalui sektor e-commerce dinilai sedang tumbuh pesat.

Sementara itu pemerintah tengah berupaya menekan pelebaran defisit neraca perdagangan yang mencapai 2,41 miliar dolar pada Januari-Mei 2019.

Baca juga: Pemerintah siapkan regulasi bendung impor barang melalui e-commerce

Baca juga: Asosiasi e-commerce katakan anggotanya tertib berikan data impor

Ridwan Kamil rangkul Amazon berinvestasi belasan triliun Rupiah di Jabar

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar