counter

Babel masuk nominasi penghargaan provinsi ramah anak

Babel masuk nominasi penghargaan provinsi ramah anak

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk nominasi Penghargaan Provinsi Ramah Anak 2019 dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena dinilai berkomitmen dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.

"Kami merasa bangga karena Pemprov Babel bisa disejajarkan dengan DKI Jakarta dan Kalimantan Barat yang juga masuk sebagai nominasi penghargaan ramah anak 2019," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Sabtu.

Menurut dia dengan segala keterbatasan yang dimiliki, dirinya merasa bangga dan mengapresiasi kinerja yang sudah dilakukan oleh teman-teman di Pemprov Kepulauan Babel, karena tidak sembarangan provinsi bisa masuk nominasi ini.

"Ini sangat penting membuat kebijakan dalam membangun keluarga yang sehat dan cerdas, karena bangsa menjadi kuat jika berbasis pada keluarga yang sehat," ujarnya.

Baca juga: Puskesmas Padang Pasir terima penghargaan Ramah Anak

Menurut dia keluarga yang sehat bisa melahirkan anak-anak cerdas yang menjadi penerus bangsa yang bermartabat dan berdaya saing.

"Saya yakin keluarga yang kuat, sehat dan keluarga cerdas itu dapat membuat bangsa kita menjadi kuat dan cerdas," katanya.

Ia mengatakan meskipun belum berhasil meraih predikat provinsi ramah anak, namun  tetap berbangga hati atas kinerja Pemprov Babel yang sudah berada sedikit sejajar dengan provinsi besar dalam hal penanganan masalah keluarga, terutama perlindungan anak.

Baca juga: Wagub-ICMI bahas program masjid ramah anak

"Kami sudah cukup bangga dan akan berusaha lebih baik lagi untuk terus membuat rumusan kebijakan pengembangan keluarga dan anak, dengan berkoordinasi bersama kabupaten/kota, demi mewujudkan pembangunan keluarga dan anak yang sehat, cerdas dan kuat," ujarnya. 

Pewarta: Aprionis
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar