counter

Ini cara Lebak tingkatkan IKM batik, tenun Badui hingga gula semut

Ini cara Lebak tingkatkan IKM batik, tenun Badui hingga gula semut

Produk industri kecil dan menengaj (IKM) kerajinan Batik Lebak di Desa Bojong Leles Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak menembus Pasar Moskow. ANTARA/Ist/am.

Kami berharap melalui peningkatan kualitas berstandar nasional itu produk IKM bisa diterima pasar swalayan dan mampu bersaing
Lebak (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan kualitas produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar bisa memenuhi standar nasional guna menembus pasar tidak hanya di dalam negeri namun juga mancanegara.

"Kami yakin produk IKM berstandar nasional akan membawa keuntungan bagi pelaku usaha juga meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Dedi Rahmat di Lebak, Banten, Minggu.

Pemerintah daerah berkomitmen memajukan produk IKM karena berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga penyerapan lapangan pekerjaan. Untuk itu, pihaknya memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha IKM seperti cara membuat kemasan agar produk IKM lebih menarik, pemberian sertifikasi halal yang diterbitkan MUI, pemasangan barcode, serta terdaftar pada Dinas Kesehatan dan BPOM.

Selain itu juga dilakukan pembinaan kewirausahaan, manajemen permodalan, hingga membantu pemasaran seperti menampung produksi IKM di Plaza Komoditas milik Disperindag setempat.

"Kami berharap melalui peningkatan kualitas berstandar nasional itu produk IKM bisa diterima pasar swalayan dan mampu bersaing," kata Dedi.

Menurut dia, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama pasar swalayan dengan Alfamart, Giant, dan Indomart untuk membantu pemasaran produk IKM. Kerja sama  tersebut, kata dia, untuk membantu peningkatan pendapatan ekonomi IKM.

"Kami mengapresiasi sebanyak 15 jenis produk IKM sudah dipasarkan Alfamart," ujarnya.

Lebih jauh Dedi mengatakan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam mengembangkan destinasi wisata juga bisa dijadikan peluang bagi pelaku usaha kerajinan untuk meningkatkan pendapatan mereka, dari "buah tangan" yang dibeli wisatawan.

Selama ini, produk IKM yang berkembang di antaranya kerajinan batik Lebak, tenun Badui, gula semut, aneka makanan olahan,abon ikan, dan pisang sale.

Saat ini, pelaku usaha IKM Lebak tercatat 15.769 unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 31.538 orang dan total omzet miliaran rupiah per bulan.

Sementara itu perajin Batik Lebak Chanting Pradana Umsaroh mengatakan saat ini batik Lebak banyak diminati wisatawan karena memiliki warna dan motif unik dibandingkan dengan batik dari Jawa Tengah. Selain itu motif yang beragam hingga 12 motif yang mengandung makna dan filosofi sesuai budaya masyarakat Badui dan Kaolotan membuat batik di kabupaten itu tampil beda.

Dari 12 motif batik Lebak itu antara lain motif Seren Taun,  Sawarna, Gula Sakojor, Pare Sapocong, Kahirupan Baduy, Leuit Sijimat, Rangkasbitung,  Caruluk Saruntuy, Lebak Bertauhid, Angklung Buhun, Kalimaya, dan Motif Sadulur.

"Kami optimistis batik Lebak akan diburu para wisatawan domestik dan mancanegara," kata Pradana

Baca juga: Disperindag Lebak optimistis kain tenun Badui mendunia

Baca juga: Kemenperin: IKM serap hingga 60 persen tenaga kerja industri




 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar