counter

UMSU gandeng Pemprov Riau bentuk pusat kajian budaya Melayu

UMSU gandeng Pemprov Riau bentuk pusat kajian budaya Melayu

Rektor UMSU Dr Agussani (2 kiri) bersama Gubernur Riau Syamsuar (tengah) besama tokoh agama Sumut KH Amiruddin saat bersilaturahmi di Kantor Gubernur Riau. (Antara Sumut/ist)

Etnis Melayu sesungguhnya telah memiliki peradaban tinggi dalam membangun bangsa dan negara. Maka penting untuk mempertahankan eksistensi budaya Melayu agar tidak tergerus budaya luar akibat perkembangan zaman.
Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agussani melakukan kunjungan ke Gubernur Riau, Syamsuar, untuk menjajaki kerja sama dengan pemerintah Riau dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pusat kajian budaya Melayu.

"Sebagai pimpinan perguruan tinggi saya merasa terpanggil untuk bisa ikut menyumbangkan pikiran, ide dan gagasan dalam pengembangan sumber daya manusia. UMSU dalam hal ini siap untuk melakukan kajian terkait Budaya Melayu," katanya di Medan, Minggu (21/7).

Ia mengatakan etnis Melayu sesungguhnya telah memiliki peradaban tinggi dalam membangun bangsa dan negara. Maka penting untuk mempertahankan eksistensi budaya Melayu agar tidak tergerus budaya luar akibat perkembangan zaman.

Kunjungan silaturahim itu yang pertama dilakukan Rektor UMSU, setelah Syamsuar dilantik sebagai Gubernur Riau.

Gubernur Riau Syamsuar menjabat sejak 20 Februari 2019, sebelumnya menjabat sebagai Bupati Siak 2 periode yakni 2011-2016 dan 2016-2019 dan Wakil Bupati Siak periode 2001-2006.

Lebih lanjut, kunjungan yang dilakukan Rektor UMSU ke Gubernur Riau selain sebagai silaturrahim juga diharapkan akan melahirkan gagasan yang bisa jadi motivasi dalam membangun sinergi.

Baca juga: UMSU raih Akreditasi A dari BAN PT

Sebagai putra Kampar, ia berharap ada sinergi sebagai wujud gagasan Melayu Bersatu yang sebelumnya sudah didengungkan dalam berbagai pertemuan tokoh Melayu, baik di Sumatera Utara maupun Riau.

"Kebetulan Gubernur Sumut dan Gubernur Riau sama-sama putra Melayu yang saat ini menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk bisa saling bersinergi mewujudkan gagasan Melayu bersatu " katanya.

Lebih lanjut, gagasan Melayu Bersatu yang sudah didengungkan bukan tanpa alasan. Hal ini berdasarkan bukti catatan sejarah Kesultanan Melayu Siak dengan beberapa kesultanan di beberapa daerah Sumatera Utara yang dikenal punya hubungan begitu erat.

Kebersatuan etnis Melayu sekarang ini menjadi hal mutlak karena menyangkut eksistensi di masa depan.

Maka penting ada pertemuan-pertemuan bersifat lokal, nasional dan internasional demi menjaga pepatah, tak melayu hilang di bumi.

"Generasi muda Melayu dalam hal ini menjadi pilar utama dalam penanaman nilai- nilai budaya Melayu. Gagasan-gagasan dalam mewujudkan Melayu Bersatu bisa jadi motivasi bagi generasi muda," katanya.

Baca juga: Kesamaan budaya Melayu, mukena Malaysia ekspansi hingga ke Pekanbaru



 

Pewarta: Juraidi
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo Sumut ingatkan agar hati-hati sebar berita

Komentar