counter

Partai Zelenskiy jadi sorotan saat Ukraina adakan pemilihan sela

Partai Zelenskiy jadi sorotan saat Ukraina adakan pemilihan sela

Presiden Ukraina terpilih Volodymyr Zelenskiy mengambil sumpah jabatan saat upacara pelantikan di gedung parlemen di Kiev, Ukraina, Senin (20/5/2019). (REUTERS/VALENTYN OGIRENKO)

Kiev (ANTARA) - Ukraina melakukan pemungutan suara dalam pemilihan sela anggota parlemen pada Ahad, yang dapat memperkuat kekuasaan Presiden Volodymyr Zelenskiy dan memberi politikus pendatang baru itu mandat lebih kuat untuk lakukan perubahan.

Zelenskiy, komedian tanpa pengalaman pengambilan kebijakan, mengakibatkan gempa politik dengan menang dalam pemilihan presiden pada April. Ia menempatkan dirinya sebagai orang luar yang akan menanggulangi korupsi dan mengangkat standar hidup di salah negara paling miskin di dunia tersebut.

Partai Pelayan Rakyat pimpinan Zelenskiy, yang namanya diambil dari komedi TV saat ia berperan sebagai presiden, terus memimpin dalam beberapa jajak pendapat buat pemungutan suara parlemen tapi mungkin tak memperoleh mayoritas.

Saat ini, pemimpin yang berusia 41 tahun itu berbagi kekuasaan dengan anggota Kabinet dan anggota parlemen yang kebanyakan setia kepada pendahulunya, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad.

Siapa pun yang menang pemilihan umum akan mewarisi negara di pusat pertikaian Barat dengan Moskow setelah Rusia mencaplok Semenanjung Krimea di Ukraina pada 2014 dan perannya dalam konflik separatis di Wilayah Donbass di Ukraina Timur, yang telah menewaskan 1.300 orang dalam lima tahun belakangan ini.

Pemerintah baru juga akan perlu melaksanakan pembaruan yang disepakati dengan donor internasional guna memperoleh miliaran dolar AS dalam pinjaman baru untuk menjaga ekonomi tetap stabil. Zelenskiy mengumumkan pemilihan umum sela pada hari ia dilantik pada Mei.

"Dengan menyerukan pemilihan umum dini, presiden baru berharap dapat mempertahankan momentum kemenangan presidennya berjalan terus. Ia didukung dalam upayanya oleh mayoritas rakyat Ukraina yang memandang parlemen sebagai pada dasarnya korup dan telah memberi Zelenskiy mandat 'untuk membersihkan' kelas politik," kata Agnese Ortolani dari Unit Intelijen Ekonomi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Ukraina masuki ketidak-tentuan setelah pelawak menang pemilu

Baca juga: Pemimpin Ukraina tuduh Putin incar seluruh negaranya

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar