counter

Gubernur: Bumihanguskan narkoba di Bumi Lambung Mangkurat

Gubernur: Bumihanguskan narkoba di Bumi Lambung Mangkurat

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor didampingi Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo melepas peserta jalan santai memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019. (ANTARA Foto/Firman)

Pemberantasan narkoba tidak bisa mengandalkan aparat pemerintah saja, tapi sejatinya semua harus bergerak bersama. Karena narkoba ini sudah bagai penjajah yang harus diperangi seluruh rakyat Indonesia
Banjarmasin (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan jika narkoba bagaikan penjajah, maka harus dibumihanguskan di provinsi berjuluk Bumi Lambung Mangkurat.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri jalan santai dan olahraga bersama dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (BNNP Kalsel) di Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Minggu (21/7).

"Pemberantasan narkoba tidak bisa mengandalkan aparat pemerintah saja, tapi sejatinya semua harus bergerak bersama. Karena narkoba ini sudah bagai penjajah yang harus diperangi seluruh rakyat Indonesia," kata gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu.

Dia pun berharap banyak pada tokoh agama dan masyarakat untuk bisa memberikan penyadaran kepada warga dalam setiap kesempatan kapan pun dan dimana pun.

"Pengetahuan tentang bahaya narkoba harus disebarluaskan. Karena hari ini semua bisa terkena narkoba. Selama ini kita baru terenyuh jika saudara atau keluarga kita yang kena," tuturnya.

Baca juga: Senang jika pecandu datang sukarela minta disembuhkan

Paman Birin mengaku juga punya cara tersendiri untuk menghindarkan generasi muda dari penyalahgunaan barang haram tersebut yaitu dengan menggelorakan kegiatan olahraga dan seni.

Karena, menurut dia, berbagai kesibukan yang dilakukan bisa mengalihkan pengaruh negatif dari pergaulan anak muda. Sehingga jadi benteng terhadap serangan virus jahat narkoba.
Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo ditemui wartawan saat event jalan santai memperingati Hari Anti Narkotika Internasional 2019. (antara/foto/firman)


Sementara Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo mengaku optimis peredaran dan penyalahgunaan narkoba bisa terus ditekan dengan semua peduli.

"Saat ini jumlah pecandu di Kalsel berada di peringkat 6 di Indonesia, turun dari sebelumnya di posisi 4. Kita tentu berharap posisinya terus turun seiring semakin berkurangnya pecandu alias sudah sembuh dari ketergantungan hasil program rehabilitasi," paparnya.

Jenderal polisi berpangkat bintang satu yang baru menjabat inipun akan terus mengajak semua komponen memerangi narkoba. Termasuk generasi milenial yang digandeng BNNP Kalsel untuk menyebarluaskan informasi dalam rangka mengedukasi banyak orang akan bahaya akibat mengonsumsi sabu, ekstasi dan berbagai jenis narkotika lainnya.

"Sebagai orang baru, saya juga mohon bisa diterima warga Banua di Bumi Lambung Mangkurat. Dukungan seluruh stakeholder dalam menjalankan tugas sangat saya harapkan untuk kesuksesan memberantas narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya," pungkas pria yang sebelumnya menjabat Kepala BNNP Maluku.

Baca juga: BNNP Kalsel gagalkan peredaran 3 kilogram lebih sabu-sabu

50 pasangan ikuti nikah massal di Kalsel

Pewarta: Firman
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar