counter

Sukabumi jadi proyek percontohan satu juta nelayan berdaulat

Sukabumi jadi proyek percontohan satu juta nelayan berdaulat

Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan didampingi jajarannya serta Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat melepas nelayan melaut pada program nelayan berdaulat. (Foto: Aditya Rohman/Antaranews).

Ada beberapa penilaian sehingga kami memutuskan untuk menetapkan program ini pertama kali diluncurkan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan menjadikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya Pantai Palangpang yang merupakan wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu, sebagai proyek percontohan satu juta nelayan berdaulat.

"Ada beberapa penilaian sehingga kami memutuskan untuk menetapkan program ini pertama kali diluncurkan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas," katanya saat di Sukabumi, Sabtu.

Menurut dia, yang menjadi pertimbangan pihaknya program ini diluncurkan pertama kali di Sukabumi yakni potensi perikanannya yang masih besar karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan ditunjang dengan keberadaan Global Geopark sebagai objek wisata bertaraf internasional.

Dengan pertimbangan tersebut, pihaknya akhirnya memutuskan agar program satu juta nelayan berdaulat dilaksanakan pertama kali di Ciwaru. Tentunya, sebagai daerah yang pertama kali mendapatkan program ini ke depannya harus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Untuk menunjang program itu pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai insfrastruktur kebutuhan nelayan seperti dalam waktu dekat dibuatkan tempat pendingin ikan dan yang sudah bisa dimanfaatkan adalah aplikasi Fish On di mana nelayan saat melaut bukan lagi mencari tetapi menangkap ikan.

Bahkan, nelayan pun diberikan akses WiFi yang bisa dimanfaatkan hingga 60 km ke tengah laut dari bibir pantai. Sehingga saat melaut nelayan sudah bisa terkoneksi dengan gerai fishmart agar harga ikannya tetap stabil meskipun sedang musim panen.

Ditambah dengan adanya jaringan internet akan mempermudah nelayan dalam berkomunikasi dan juga bisa melaporkan kondisinya saat sedang melaut. Di aplikasi fish on ini pun nelayan bisa menjual ikannya secara online.

"Ditambah tempat pelelangan ikan (TPI) Palangpang ini pun sudah berbasis daring atau online sehingga nelayan bisa mengetahui update harga ikan setiap harinya," tambahnya.

Luhut mengatakan Indonesia yang memiliki sumber daya laut harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk nelayan Indonesia. Khususnya Kabupaten Sukabumi yang memiliki garis pantai sepanjang 117 km banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Ke depannya pemerintah pun fokus dalam pembangunan insfrastruktur sumber daya manusia (SDM) seperti nelayan di Ciwaru ini sudah diberikan pelatihan bagaimana menggunakan aplikasi fish on saat akan dan pulang melaut.

Baca juga: Luhut resmikan tempat pelelangan ikan daring pertama di Indonesia

Baca juga: Luhut mulai Program Satu Juta Nelayan Berdaulat di Sukabumi


 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menko Kemaritiman dan Investasi akan dijabat Luhut Binsar Pandjaitan

Komentar