counter

Kemarin, vlog Jokowi potong rambut hingga Emil kunjungan kerja Eropa

Kemarin, vlog Jokowi potong rambut hingga Emil kunjungan kerja Eropa

Kang Herman seorang tukang cukur asal Garut berkesempatan mencukur rambut Presiden Joko Widodo dalam acara cukur massal yang digelar di lokasi wisata Situ Bagendit, Garut, mengaku grogi tapi bangga. (Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA) - Kemarin, Minggu (21/07/2019) sejumlah berita politik menjadi perhatian pembaca, mulai dari Jokowi unggah vlog potong rambut, ingin model anak muda hingga Ridwan Kamil melakukan 26 kunjungan kerja ke Inggris dan Swedia

Berikut sejumlah berita politik kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini:


Jokowi unggah vlog potong rambut, ingin model anak muda

Presiden Joko Widodo, Sabtu siang, mengunggah vlog kegiatannya saat potong rambut dan ingin mencoba model anak muda.

"Sore hari ini saya potong rambut, yang potong Mas Herman, Udah berapa tahun Mas ya, potong rambut saya ya," tanya Presiden Jokowi kepada Herman seperti diunggah dalam akun twitternya @jokowi, Minggu.

Herman menjawab sudah enam tahun. "Enam tahun ya, sudah enam tahun sejak gubernur sampai sekarang," kata Jokowi.

Presiden Jokowi kemudian mengeluarkan unek-uneknya untuk ganti model rambut yang baru.

"Mas Herman, ini misalnya mau ganti model, potongan rambut itu, yang untuk anak-anak muda yang bisa saya pakai apa," tanya Jokowi.

Herman segera menjawab "Di-undercut bisa," katanya.

Jokowi kemudian bertanya, "Yang mana? Undercut tuh yang mana?" tanyanya.

Herman menjelaskan undercut adalah model yang sampingnya tipis, dan yang atasnya klimis.

"Cobalah, minggu depan kita coba," kata Jokowi.

Hingga pukul 14.55 WIB, vlog yang diunggah Sabtu pukul 10.43 WIB itu hingga pukul 14.55 WIB mendapat 1.450 retweet dan 8.315 suka dengan unggahan itu.

Selengkapnya di sini


Ke Eropa, Ridwan Kamil akan kunjungi 26 institusi

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil bakal melakukan kunjungan kerja ke Inggris dan Swedia pada 21 sampai 26 Juli 2019 dan selama enam hari berada di Benua Biru orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini akan bertemu dengan 26 institusi.

Salah satu pertemuan, kata Emil, akan membahas soal finalisasi investasi pengelolaan sampah plastik menjadi solar dari perusahaan Inggris, yakni Plastic Energy Limited, dengan nilai investasi sebesar Rp3 triliun. Dia pun akan berkunjung langsung ke kantor pusat Plastic Energy Limited.

Selain itu, Emil mengatakan bahwa pihaknya akan membicarakan program English for Ulama dengan beberapa institusi di Inggris. Menurutnya, Inggris akan menjadi salah satu negara tujuan duta Jawa Barat lulusan English for Ulama untuk menggemakam Islam Damai ke seluruh dunia.

"Sisanya ada 24 (pertemuan) lagi, mulai dari Kebudayaan, studi untuk SMK yang akan dijadikan partner di sana, dan Festival Budaya Jawa Barat di Stockholm (Swedia)," kata Emil, Minggu.

"Insyaallah semuanya (pertemuan) membawa oleh-oleh yang konkret untuk Jawa Barat," lanjutnya.

Selengkapnya di sini


Arief Budiman dinilai punya kapasitas maju dalam Pilkada Surabaya 2020

Sosiolog Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Machfud Fauzi menilai sosok Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman yang merupakan kelahiran Kota Surabaya punya kapasitas dan layak untuk maju dalam Pilkada Surabaya 2020.

"Mas Arief Budiman layak maju Calon Wali Kota Surabaya. Apalagi beliau sebagai arek Suroboyo, dibesarkan di Surabaya memahami sosial, budaya dan politik masyarakat Surabaya," kata Agus Machfud Fauzi, di Surabaya, Minggu.

Selain itu, sebagai putra daerah yang menasional karena menjadi Ketua KPU RI, Arief Budiman dinilai sudah waktunya memberikan yang terbaik kepada tanah kelahirannya.
Menurut dia, secara regulasi Arief Budiman diperbolehkan maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya pada Pilkada Surabaya 2020 dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisioner KPU RI.

Hanya saja, lanjut dia, secara etika, Arief Budiman tidak etis, jika maju sebagai calon wali kota, padahal dia sudah berkomitmen selama 5 tahun kepemimpinan KPU RI akan menjalankan tugas sampai masa jabatannya berakhir.

Selengkapnya di sini


Jalan kaki dari Musi Rawas, anggota Banser ini ingin bertemu Jokowi

Maskhun Hidayat (48), anggota Banser NU dari Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang berjalan kaki dari kampung halamannya ke Jakarta, berharap bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya menyampaikan harapan untuk dapat bertemu dengan Pak Jokowi," kata Maskhun, di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, di Jakarta, Minggu.

Maskhun berjalan kaki sejauh kurang lebih 600 kilometer untuk memenuhi nazarnya. Ia bernazar jalan kaki dari Musi Rawas ke Jakarta apabila Jokowi dan KH Ma'ruf Amin menang dalam Pemilihan Presiden 2019. Jarak 600 kilometer itu hampir separuh panjang Pulau Jawa.

"Nazar ini sebagai ungkapan syukur atas terpilihnya Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wapres. Saya bahagia sudah dapat mewujudkannya. Semoga presiden dan wapres terpilih dapat mengayomi, melindungi semua golongan," ujar Maskhun.

Selengkapnya di sini


Gerindra belum bahas kursi pimpinan di parlemen

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya belum membahas terkait kursi pimpinan di legislatif yaitu DPR RI dan MPR RI karena waktunya masih lama.

"Sampai saat ini Gerindra belum membahas kursi pimpinan di legislatif, yaitu DPR RI dan MPR RI karena waktunya masih lama," kata Dasco di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakannya terkait pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid yang mengusulkan agar Gerindra mendapatkan kursi Ketua MPR RI.

Dia mengatakan Gerindra saat ini masih fokus konsolidasi di internal pasca-Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dan juga fokus penataan organisasi pasca-Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Menurut Dasco, pembicaraan kursi pimpinan di legislatif tidak terlalu mendesak dan masih bisa dibicarakan nanti karena waktunya masih lama.

"Kemungkinan akan dibicarakan ketika mendekati bulan Oktober, namun terserah Pak Prabowo yang akan menentukan," ujarnya.

Selengkapnya di sini
 

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vlog koalisi Jokowi-Ma’ruf

Komentar