counter

Satgas evakuasi pasien patah tulang pengungsi gempa Halmahera

Satgas evakuasi pasien patah tulang pengungsi gempa Halmahera

Pasien pengungsi gempa Halsel asal Desa Kuwo, alami refraktur patah tulang belakang bernama Dolfina Waro (30 tahun) dan diterbangkan menggunakan helikopter ke RSUD Labuha (Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Maluku Utara , melakukan evakuasi pasien pengungsi penderita refraktur patah tulang belakang bernama Dolfina Waro (30 tahun) warga Desa Kuwo Kecamatan Gane Timur Selatan Halmahera Selatan.

Dansatgas Gulben Halmahera Selatan, Kolonel Inf Endro Satoto melalui siaran pers yang diterima Antara, Senin, mengatakan, berdasarkan laporan dari kepala desa kepada tim di lapangan bahwa ada seorang pengungsi gempa Halmahera Selatan yang mengalami patah tulang belakang untuk itu kita segera menerjunkan tim medis dengan menggunakan helikopter menuju desa sasaran dan mengevakuasi korban ke RSUD Labuha untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

Tim Satgas yang bertolak dari Desa Saketa menggunakan Helikopter Daupine BNPB dengan membawa tim medis dari NHM sekaligus juga membawa logistik bantuan menuju Desa Kuwo.

Setibanya di lokasi, tim melakukan unloading bantuan logistik serta melakukan tindakan awal pengamanan pasien serta membawa ke helikopter menggunakan tandu dengan ditemani suami dan anak serta segera diterbangkan ke Labuha serta dijemput langsung oleh ambulance dan dievakuasi ke RSUD Labuha untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim Gabungan Penanggulangan Bencana Maluku Utara (Malut) fokus droping logistik bagi pengungsi pelosok terjauh menggunakan helikopter di Gane Timur melalui droping logistik yang ditampung di Posko Mobile secara terus menerus di daratan Halmahera Selatan.

"Proses pengiriman logistik yang terdiri dari bahan makanan, keperluan bayi, pakaian hingga tenda pengungsian terus dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Bencana yang terpusat di Desa Saketa, belasan truk, 2 unit kapal KM Baaburahman dan KM Inka Mina serta dua unit helikopter terus dikerahkan sesuai dengan ploting menurut karakteristik topografi wilayah," kata Dansatgas yang juga Danrem 152/Babullah Ternate tersebut.

Menurut dia, pengiriman logistik setiap hari dimaksimalkan dan hari ini tim telah melakukan droping logistik maupun tim kesehatan ke beberapa wilayah menggunakan Helikopter MI-8 yang melakukan droping ke Dowora dan Kukupang, Heli Dauphin ke Bisui, Luim dan Tabahidayah sedangkan KLM Baaburahman dan Inkamina ke Pasipalele, Awis, Dowora, Jibubu, Gane Luar, Rengarenga dan Kuwo.

"Guna memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada pengungsi, tim kesehatan Satgas Penanggulangan Bencana diterjunkan ke lokasi pengungsi hingga ke pedalaman," katanya.

Selain itu, kata Endro, tim gabungan penanggulangan bencana melakukan pelayanan kesehatan di Posko, tim medis gabungan khususnya Paramedis dari TNI diterjunkan ke daerah terpencil dengan menggunakan helikopter ke wilayah Gane dalam dan Gane luar dengan menggunakan helikopter MI8 BNPB yang sekaligus melakukan droping logistik.

Baca juga: Tanggap darurat penanganan gempa Halsel diperpanjang

Baca juga: Tim penanggulangan bencana fokus jangkau pedalaman Halmahera Selatan

 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akreditasi rumah sakit untuk keselamatan pasien

Komentar