counter

Lahan gambut terbakar di Pontianak capai dua hektare

Lahan gambut terbakar di Pontianak capai dua hektare

Kepala BPBD Kota Pontianak, Saptiko melihatkan contoh foto salah satu embung yang dibangun oleh PUPR Kota Pontianak, yakni di Parit Jalan Paris II dan Sepakat II atau parit yang lebar dan kedalamannya cukup besar sehingga bisa menampung air dalam jumlah banyak. (FOTO ANTARA/ Andilala)

Masyarakat juga bisa mengakses informasi melalui aplikasi Sistem Informasi dan Peringatan Dini (SIPD) bencana di Pontianak, sehingga bisa dengan cepat melaporkan kalau melihat ada kebakaran ke aplikasi itu
Pontianak (ANTARA) - Kepala BPBD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Saptiko mengatakan, tercatat ada dua lokasi yang terbakar sebagai dampak musim kemarau di wilayah Kota Pontianak, yakni di Parit Pangeran, Kecamatan Pontianak Utara, dan di Perdana Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara dengan luas sekitar dua hektare.

"Kawasan yang terbakar tersebut adalah lahan kosong atau tidak terpakai, yang hingga kini belum diketahui apa penyebabnya, karena masih diselidiki oleh pihak kepolisian," kata Saptiko di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan, kawasan atau daerah yang terbakar ini pun berbeda dengan tahun lalu. Karena kesiapan semua pihak, maka pihaknya tidak kesulitan dalam memadamkan api tersebut, karena sumber air masih mudah didapatkan melalui parit-parit di sekitar lokasi kebakaran tersebut.

Guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihaknya bersama instansi terkait lainnya secara rutin melakukan patroli, sehingga jika ditemukan ada aktivitas membakar lahan maka akan dengan cepat bisa dipadamkan.

"Selain itu, kami juga terus melakukan sosialisi ke masyarakat, terutama di daerah rawan kebakaran lahan, serta selalu menyiagakan armada pemadaman, serta berkoodinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri, dan pihak pemadam kebakaran swasta," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat juga bisa mengakses informasi melalui aplikasi Sistem Informasi dan Peringatan Dini (SIPD) bencana di Pontianak, sehingga masyarakat bisa dengan cepat melaporkan kalau melihat ada kebakaran ke aplikasi tersebut.

Diaplikasi itu juga tertera Peraturan Wali Kota (Perwa) No. 55/2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan yang bertujuan menjerat para pelaku pembakar lahan di wilayah Kota Pontianak, dan masyarakat juga bisa sekaligus memberikan laporan melalui aplikasi jika melihat ada aktivitas pembakaran lahan.

Dalam menghadapi musim kemarau yang diprakirakan akan terjadi selama dua bulan ini, menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak juga sudah membuat sekat kanal pada parit yang berfungsi menahan air agar tidak habis ketika air surut.

"Saat ini sudah ada dua embung atau sekat air yang sudah dibuat oleh PUPR itu, yakni di Parit Jalan Paris II dan Sepakat II atau parit yang lebar dan kedalamannya cukup besar sehingga bisa menampung air dalam jumlah banyak," demikian Saptiko.

Baca juga: Sejumlah kawasan lahan gambut di Pontianak terbakar

Baca juga: BLH: kualitas udara di Pontianak memburuk

Baca juga: Kabut asap mulai selimuti kota Pontianak

Pewarta: Andilala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkopolhukam puji penanganan karhutla di Kalteng

Komentar