counter

Laporan dari China

ITPC pertama di China diresmikan

ITPC pertama di China diresmikan

Suasana peresmian Indonesia Trade Promotion Center Shanghai di Shanghai Mart, China, Senin. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

Shanghai, China (ANTARA) - Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita meresmikan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) pertama di China yang berlokasi di Gedung Shanghai Mart lantai 10, Shanghai, China.

“ITPC Shanghai siap melayani para pelaku bisnis yang ada di China, satu hari 24 jam, tujuh hari seminggu, tidak ada libur,” kata Mendag saat memberikan sambutannya menjelang peresmian ruang pameran dan kantor ITPC Shanghai, di Shanghai, China, Senin.

Mendag menyampaikan, keberadaan ITPC di China merupakan hal yang sangat penting, mengingat saat ini ITPC bukan sekedar lembaga pemerintah, namun juga sebagai agen promosi bisnis dan produk-produk asal tanah air.

“ITPC sebagai marketing intelligent, wadah pengembangan bisnis yang mampu menampung berbagai hal,” ujar Enggar.

Pada kesempatan tersebut, Enggar meminta agar ITPC Shanghai mengamati betul kebutuhan produk di pasar China, sekaligus menginventarisir persoalan yang dihadapi oleh para pelaku usaha.

“Jika ada persoalan juga perlu dikomunimasikan dengan kami di Jakarta, agar bisa segera diselesaikan dalam rangka peningkatan ekspor kita,” ungkapnya.

ITPC Shanghai merupakan tonggak untuk membuka perwakilan promosi produk Indonesia di China. Ke depan, Mendag menginginkan agar ITPC hadir di berbagai provinsi di China.

“Minimal sekali harus ada lagi di Guangzhou,” tukas Enggar.

Enggar menyampaikan, China merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia, di mana beberapa produk asal Indonesia diterima dengan baik di negeri panda.

Adapun produk-produk tersebut yakni sarang burung walet, batu bara dan minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Mendag menambahkan, ITPC di Shanghai dan berbagai negara lainnya bukanlah hanya kepunyaan Kementerian Perdagangan, sehingga kementerian atau lembaga lain dapat memanfaatkan ruang pameran produk Indonesia tersebut.

“Sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bahwa KBRI adalah bukan milik Kemenlu, namun merupakan perwakilan Indonesia, ITPC juga demikian. Bukan hanya milik Kemendag, tapi silahkan pergunakan untuk kepentingan bangsa,” ungkap Enggar.

Baca juga: China komitmen dorong promosi dagang ASEAN

Baca juga: ITPC Budapest intensifkan promosi dagang


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar