Basarah: Nasionalis, Islam, dan TNI, harus kompak kawal Indonesia

Basarah: Nasionalis, Islam, dan TNI, harus kompak kawal Indonesia

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, yang juga Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). (Antaranews/Riza Harahap)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menegaskan, kaum Nasionalis, Islam, dan TNI, harus kompak dan terus mengawal negara Indonesia ke depan dari tantangan dan adanya upaya-upaya untuk mengubah ideologi Pancasila dan bentuk negara Indonesia.

"Kaum nasionalis, Islam, dan TNI memiliki peran besar dan strategis dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan penyusunan konstitusi sebagai dasar negara," kata Ahmad Basarah dalam sambutannya ketika membuka diskusi "Dialog Peradaban Bangsa: Siapa melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya" di kantor PA GMNI, Cikini, Jakarta, Senin.

Menurut Ahmad Basarah, ketiga unsur tersebut yakni, Nasionalis, Islam, dan TNI, menjadi garda terdepan bangsa saat ini dalam menghadapi upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia dan bentuk negara Indonesia.

"Kami ketahui bahwa akhir-akhir ini ada pihak-pihak yang sengaja berupaya mengganti fundamental bernegara Indonesia," katanya.

Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesial (PA GMNI) ini menjelaskan, pada pemilu 2019, menjadi sarana dari kelompok tertentu untuk mengkapitalisasi isu nasional yang sesungguhnya sudah final. "Misalnya, mempersoalkan pertentangan relasi agama dan negara, mempertentangkan relasi antara nasionalis dan religius, dan sebagainya," katanya.

Basarah melihat, ada pihak yang berupaya ingin mengubah konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara dalam bentuk yang lain.

Karena itu, pada diskusi peradaban bangsa yang diselenggarakan PA GMNI ini menghadirkan pembicara, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, guna mencermati dan mengawal Indonesia dari perspektifnya.
 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar